Orang Tua Kini Jadi Mitra Sekolah Selama MPLS Ramah 2026

  • 15 Jul 2026 18:15 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun 2026 tidak lagi hanya berfokus pada siswa baru. Orang tua kini menjadi bagian penting dalam seluruh rangkaian kegiatan melalui sosialisasi, evaluasi, hingga pendampingan pasca-MPLS. Konsep tersebut menjadi salah satu pembaruan penting dalam MPLS Ramah 2026.

Hal ini disampaikan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Negeri Kota Malang, Asri Widiapsari.

Ia menjelaskan, salah satu perubahan mendasar dalam MPLS Ramah 2026 adalah adanya tiga tahapan pelaksanaan, yakni sosialisasi, pelaksanaan, dan pasca-MPLS.

Pada tahap sosialisasi, sekolah wajib mengundang orang tua untuk memberikan pemahaman mengenai konsep MPLS, kondisi sekolah, serta program pendidikan yang akan dijalankan.

"Sebelum anak-anak mengikuti MPLS, kami mengundang orang tua agar memiliki pemahaman yang utuh tentang kegiatan MPLS dan kondisi sekolah," ujarnya, Rabu 15 juli 2026.

Selama pelaksanaan, sekolah juga memberikan jadwal kegiatan harian kepada orang tua melalui media komunikasi yang telah disiapkan. Bahkan setiap hari orang tua diminta memberikan evaluasi mengenai pelaksanaan MPLS.

Menurut Kepala SMAN 5 Kota Malang ini, pola komunikasi tersebut bertujuan membangun kepercayaan sekaligus memastikan orang tua mengetahui seluruh aktivitas yang diikuti anaknya.

"Orang tua juga memberikan evaluasi terhadap keterlaksanaan MPLS. Jadi mereka mengetahui kegiatan anak setiap hari," katanya.

Tidak berhenti saat MPLS selesai, sekolah juga akan membentuk kelas orang tua sebagai wadah kolaborasi antara wali kelas dan keluarga dalam mendampingi perkembangan siswa sejak kelas X hingga lulus.

Asri menilai pendidikan karakter tidak dapat dibebankan hanya kepada sekolah, melainkan harus menjadi tanggung jawab bersama.

"Tanggung jawab pendidikan tidak bisa hanya dititipkan kepada sekolah. Orang tua dan guru harus menjadi tim yang hebat untuk mengawal anak-anak," ungkapnya.

Ia menambahkan, keterlibatan keluarga menjadi bagian penting dalam menciptakan budaya sekolah ramah anak yang tidak hanya berlangsung selama MPLS, tetapi juga menjadi budaya pendidikan sepanjang tahun.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....