Puluhan Siswa Sekolah Rakyat di Probolinggo Ikut MPLS

  • 14 Jul 2026 17:18 WIB
  •  Malang

RRI. CO. ID, Probolinggo – Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 7 Kota Probolinggo. Sebanyak 30 peserta didik baru mengikuti kegiatan tersebut didampingi orang tua masing-masing.

Sebelumnya, siswa tersebut akan dititipkan ke Pasuruan, namun karena fasilitas sudah terpenuhi, siswa tersebut belajar di Sekolah Rakyat terintegrasi 7 Kota Probolinggo.

Walikota Probolinggo, dr Aminuddin menegaskan Sekolah Rakyat merupakan wujud komitmen pemerintah menghadirkan akses pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Menurutnya, pendidikan menjadi kunci untuk memutus mata rantai kemiskinan sekaligus mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas.

"Melalui pendidikan yang layak dan berkualitas, kita berharap anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, mandiri, serta mampu meraih masa depan yang lebih baik," ujar Aminuddin, Selasa (14/7/2026).

Ia memastikan Pemerintah Kota Probolinggo akan terus melanjutkan Program Sekolah Rakyat. Meski sempat menghadapi keterbatasan infrastruktur, proses belajar mengajar tetap dapat berlangsung setelah renovasi bangunan mendapat persetujuan dari Kementerian Sosial.

"Yang terpenting, proses belajar anak-anak tidak boleh terhenti. Sambil menyiapkan pembangunan sekolah permanen, kami memastikan seluruh kegiatan pendidikan tetap berjalan dengan baik," tegasnya.

Aminuddin menjelaskan, Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga membangun ekosistem pendidikan melalui kolaborasi lintas perangkat daerah.

Selain mendampingi peserta didik, pemerintah juga memberikan pelatihan keterampilan dan pemberdayaan ekonomi kepada orang tua agar peningkatan kualitas pendidikan berjalan seiring dengan meningkatnya kesejahteraan keluarga.

"Sekolah Rakyat bukan hanya membangun anak-anaknya, tetapi juga menguatkan keluarganya. Ketika pendidikan dan kesejahteraan berjalan bersama, maka peluang memutus rantai kemiskinan akan semakin besar," katanya.

Wali Kota juga mengapresiasi berbagai prestasi yang telah diraih SRT 7 sejak mulai beroperasi pada 2025. Menurutnya, capaian tersebut membuktikan bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk berprestasi apabila memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas.

Ia turut mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan bebas dari perundungan.

"Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan menyenangkan bagi setiap anak. Karena itu, kami berkoordinasi dengan seluruh pihak agar tidak ada bullying maupun kekerasan selama MPLS maupun dalam proses pembelajaran ke depan," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala SRT 7 Kota Probolinggo, Susilowati, mengatakan sekolah menerima 30 peserta didik baru yang terdiri dari 15 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Seluruh sarana pendukung, mulai ruang belajar hingga asrama putra dan putri, telah disiapkan untuk menunjang proses pembelajaran.

Rangkaian MPLS dijadwalkan berlangsung hingga 31 Juli 2026. Setelah itu, para siswa akan mengikuti program matrikulasi selama Agustus sebagai bekal sebelum memasuki kegiatan belajar mengajar secara penuh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....