Sekolah Rakyat Kota Blitar Tunda MPLS katena Pembangunan Belum selesai

  • 13 Jul 2026 14:45 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Blitar - Rencana dimulainya kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Kota Blitar pada 14 Juli 2026 dipastikan berubah.

Pihak sekolah mengusulkan jadwal pelaksanaan diundur hingga 31 Juli 2026 karena pembangunan gedung dan fasilitas penunjang belum selesai.

Kepala Sekolah Rakyat Kota Blitar, Johan Argono, mengatakan keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan kondisi lokasi yang masih menjadi area pekerjaan konstruksi.

Menurutnya, sekolah tidak ingin mengambil risiko dengan menggelar kegiatan saat pembangunan masih berlangsung.

"Kalau melihat kondisi saat ini, tempatnya masih dalam proses pembangunan sehingga belum aman untuk anak-anak. Karena itu kami mengusulkan MPLS dilaksanakan pada 31 Juli 2026," ujarnya, Senin (13/7/2026).

Sebelum kegiatan belajar dimulai, para calon siswa juga akan menjalani serangkaian persiapan. Salah satunya pemeriksaan kesehatan sebagai langkah memastikan seluruh peserta didik siap tinggal di lingkungan asrama.

Pemeriksaan tersebut sekaligus menjadi upaya mengantisipasi adanya penyakit menular di kalangan siswa. Apabila ditemukan kondisi kesehatan tertentu, penanganan akan dilakukan lebih dahulu sebelum siswa menempati asrama.

Selain tes kesehatan, sekolah juga menjadwalkan tes psikologi. Hasilnya akan digunakan untuk mengenali karakter, minat, dan potensi setiap siswa agar pembinaan yang diberikan lebih tepat sasaran.

"Kalau ada yang memiliki bakat sepak bola dan sebelumnya sudah ikut SSB, mereka tetap bisa melanjutkan dan akan kami fasilitasi," kata Johan.

Ia memastikan seluruh kebutuhan siswa selama menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat disediakan oleh pemerintah. Mulai dari seragam, perlengkapan pribadi, konsumsi harian, hingga tempat tinggal di asrama diberikan tanpa biaya.

Hingga Jumat (10/7/2026), jumlah calon siswa yang telah terdata mencapai 81 orang. Terdiri atas 14 siswa SD, 28 siswa SMP, dan 39 siswa SMA. Angka tersebut masih berpeluang bertambah seiring proses pendataan yang masih berlangsung.

Pada tahun pertama penyelenggaraan, Sekolah Rakyat Kota Blitar menyediakan kuota sebanyak 270 siswa. Program pendidikan berasrama ini diprioritaskan bagi anak-anak yang berasal dari keluarga desil 1 dan desil 2.

Selama mengikuti pendidikan, seluruh siswa akan tinggal di asrama. Orang tua dijadwalkan dapat menjenguk anak setiap hari Minggu, sedangkan saat masa libur sekolah para siswa diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....