Tes HIV Makin Masif, Dinkes Kota Malang Temukan 186 Kasus Baru
- 10 Jul 2026 13:58 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mencatat sebanyak 186 kasus baru HIV hingga Juni 2026. Angka tersebut merupakan hasil skrining yang semakin masif melalui layanan Voluntary Counseling and Testing (VCT) di puluhan fasilitas kesehatan, sehingga penemuan kasus dapat dilakukan lebih dini untuk mencegah penularan.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr. Husnul Muarif, MM, dalam program Malang Menyapa, Jumat, 10 Juli 2026.
Menurut Husnul, informasi yang sebelumnya beredar mengenai 97 kasus baru merupakan data pada awal April 2026. Sementara hingga akhir Juni, jumlah temuan telah bertambah menjadi 186 kasus.
"Sampai dengan bulan Juni kami sudah melakukan testing sebanyak 10.400-an. Dari jumlah tersebut kami mendeteksi HIV positif sebanyak 186 kasus baru," ujar Husnul.
Ia menjelaskan, jumlah tersebut masih berada dalam tren yang relatif sebanding dengan tahun sebelumnya. Pada 2025, Kota Malang mencatat sekitar 340 kasus baru HIV selama satu tahun.
Menurutnya, meningkatnya angka temuan bukan semata-mata menunjukkan lonjakan penularan, tetapi juga dipengaruhi semakin luasnya cakupan pemeriksaan yang kini tersedia di berbagai fasilitas kesehatan.
"Peningkatan temuan ini salah satunya karena cakupan fasilitas kesehatan yang melakukan skrining HIV semakin luas di Kota Malang, ditambah kesadaran masyarakat untuk melakukan konsultasi dan testing juga meningkat," katanya.
Dinas Kesehatan Kota Malang saat ini menyediakan layanan VCT di 16 puskesmas serta sejumlah rumah sakit, dengan total sekitar 32 fasilitas kesehatan yang dapat diakses masyarakat.
Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat berkonsultasi, menjalani pemeriksaan, hingga memperoleh pengobatan apabila terdiagnosis HIV. Khusus di 16 puskesmas, seluruh layanan mulai dari konsultasi, pemeriksaan hingga pengobatan diberikan tanpa dipungut biaya.
Husnul menegaskan bahwa strategi utama pengendalian HIV di Kota Malang adalah menemukan kasus sedini mungkin agar pasien segera mendapatkan terapi antiretroviral (ARV) dan risiko penularan dapat ditekan.
"Harapannya penemuan kasus baru terus ditingkatkan sehingga kita bisa segera melakukan tindakan untuk memotong rantai penularan HIV," ujarnya.
Dinas Kesehatan juga mengimbau masyarakat, terutama mereka yang merasa memiliki faktor risiko, agar tidak ragu memanfaatkan layanan VCT yang tersedia di fasilitas kesehatan pemerintah maupun rumah sakit di Kota Malang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....