BMKG Ungkap Penyebab 698 Gempa di Jatim selama Juni 2026
- 05 Jul 2026 08:29 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Tingginya aktivitas gempa bumi di Jawa Timur sepanjang Juni 2026 dipengaruhi oleh pergerakan lempeng tektonik di selatan Pulau Jawa serta aktivitas sesar atau patahan lokal yang masih aktif.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Malang, Ricko Kardoso, mengatakan berdasarkan hasil pemantauan BMKG, sebagian besar gempa yang terjadi selama Juni merupakan gempa dangkal yang berkaitan dengan aktivitas tektonik di wilayah selatan Jawa Timur.
"Gempa bumi yang terjadi di Jawa Timur dan sekitarnya umumnya disebabkan oleh aktivitas pertemuan Lempeng Indo-Australia dengan Lempeng Eurasia serta aktivitas patahan lokal," kata Ricko, Minggu (5/7/2026).
Menurutnya, zona pertemuan kedua lempeng tersebut berada di selatan Pulau Jawa dan menjadi salah satu wilayah dengan aktivitas seismik tinggi di Indonesia. Lempeng Indo-Australia yang bergerak ke arah utara terus menunjam ke bawah Lempeng Eurasia sehingga memicu pelepasan energi berupa gempa bumi.
Selain berasal dari zona subduksi, sejumlah gempa juga dipicu oleh aktivitas sesar aktif yang tersebar di berbagai wilayah Jawa Timur. Pergerakan sesar tersebut dapat menimbulkan gempa dangkal yang berpotensi dirasakan masyarakat apabila terjadi dekat permukiman.
Data BMKG mencatat selama Juni 2026 terjadi 698 kejadian gempa bumi di Jawa Timur dan sekitarnya. Dari jumlah tersebut, sebanyak 547 kejadian merupakan gempa dangkal dan 151 kejadian tergolong gempa menengah. Tidak terdapat gempa bumi dalam yang tercatat selama periode tersebut.
Dominasi gempa dangkal menunjukkan aktivitas tektonik di kerak bumi bagian atas masih cukup aktif. Namun demikian, sebagian besar gempa yang terjadi berkekuatan kecil sehingga tidak menimbulkan dampak signifikan maupun kerusakan.
Ricko menjelaskan, tingginya jumlah gempa tidak selalu menunjukkan peningkatan ancaman bencana besar. Sebaliknya, aktivitas tersebut merupakan bagian dari dinamika geologi yang lazim terjadi di wilayah Jawa Timur yang berada di jalur cincin api atau Ring of Fire.
"Sebagian besar gempa yang tercatat tidak dirasakan masyarakat karena magnitudonya kecil. Pada Juni 2026 hanya terdapat satu kejadian gempa yang dilaporkan dirasakan," ujarnya.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi gempa bumi dengan memahami langkah mitigasi dasar, seperti mengenali jalur evakuasi, memperkuat bangunan, serta mengikuti informasi resmi dari BMKG.
Meski aktivitas kegempaan masih didominasi gempa kecil, pemantauan terus dilakukan untuk mendeteksi perkembangan aktivitas tektonik maupun sesar aktif yang berpotensi memengaruhi wilayah Jawa Timur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....