Juni 2026, Jatim Diguncang 698 Gempa Bumi

  • 03 Jul 2026 12:11 WIB
  •  Malang
RRI.CO.ID, Malang - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 698 kejadian gempa bumi terjadi di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya sepanjang Juni 2026. Aktivitas seismik tersebut didominasi gempa dangkal yang dipicu pergerakan lempeng tektonik dan aktivitas sesar lokal.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Malang, Ricko Kardoso, mengatakan dari total kejadian yang terekam, magnitudo terbesar mencapai 5,25 dan magnitudo terkecil 1,07.

“Selama Juni 2026, tercatat 698 kejadian gempa bumi di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya. Gempa terbesar berkekuatan magnitudo 5,25, sedangkan yang terkecil magnitudo 1,07,” ujar Ricko dalam laporan monitoring kegempaan bulanan, Jumat (3/7/2026).

Berdasarkan data BMKG, sebanyak 547 kejadian merupakan gempa dangkal dan 151 kejadian tergolong gempa menengah. Sementara itu, tidak tercatat adanya gempa bumi dalam selama periode tersebut.

Ricko menjelaskan, tingginya aktivitas kegempaan di Jawa Timur dipengaruhi oleh interaksi lempeng tektonik Indo-Australia dan Eurasia yang berada di selatan Pulau Jawa. Selain itu, sejumlah sesar aktif di daratan Jawa Timur juga berkontribusi terhadap munculnya gempa-gempa berkekuatan kecil hingga menengah.

Dari sisi frekuensi harian, aktivitas gempa terbanyak terjadi pada 3 Juni 2026 dengan 40 kejadian. Sebaliknya, jumlah gempa paling sedikit tercatat pada 4 Juni 2026 dengan 11 kejadian.

Meski aktivitas seismik tergolong tinggi, sebagian besar gempa yang terjadi tidak dirasakan masyarakat karena berkekuatan kecil dan berada pada kedalaman tertentu.

“Pada bulan ini terdapat satu kejadian gempa bumi yang dirasakan masyarakat,” kata Ricko.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Warga juga diminta terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi gempa bumi dengan memahami langkah-langkah mitigasi bencana.

Menurut BMKG, pemantauan aktivitas kegempaan dilakukan secara berkelanjutan untuk memberikan informasi dini kepada masyarakat dan pemerintah daerah sebagai bagian dari upaya pengurangan risiko bencana.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....