Pemkot Malang Ajak Ayah Antar Anak ke Sekolah Cegah Fatherless
- 05 Jul 2026 09:36 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang : Pemerintah Kota Malang mendorong para ayah untuk terlibat lebih aktif dalam pengasuhan anak melalui Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) yang akan dilaksanakan pada 13 Juli 2026, bertepatan dengan dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027.
Program tersebut merupakan tindak lanjut dari peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026 sekaligus implementasi surat edaran pemerintah pusat untuk memperkuat keterlibatan ayah dalam keluarga.
Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Dinas Sosial P3AP2KB Kota Malang, Dian Sonyalia Caturrina, menjelaskan bahwa GAMAS menjadi bagian dari Program Gerakan Ayah Teladan Indonesia yang digagas Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN.
Menurutnya, gerakan tersebut lahir sebagai respons terhadap tingginya fenomena fatherless di Indonesia.
"Gerakan ini merupakan salah satu bagian dari Program Gerakan Ayah Teladan Indonesia. Tujuannya untuk menghadapi fenomena fatherless yang masih cukup tinggi di Indonesia," ujarnya dalam dialog bersama RRI Malang, Jumat (3/7/2026).
Berdasarkan hasil Pemutakhiran Pendataan Keluarga Tahun 2025, angka fatherless di Indonesia mencapai 25,8 persen. Artinya, sekitar satu dari empat anak Indonesia tumbuh tanpa keterlibatan aktif figur ayah dalam proses pengasuhan.
Ia menegaskan, peran ayah tidak cukup hanya sebagai pencari nafkah. Kehadiran ayah juga dibutuhkan dalam pendidikan, pembentukan karakter, hingga perkembangan emosional anak.
"Harapannya figur ayah tidak hanya hadir sebagai pemberi nafkah, tetapi juga aktif memberikan pendampingan dalam pendidikan dan pengasuhan anak," katanya.
Untuk mendukung implementasi program tersebut, Pemerintah Kota Malang telah menerbitkan Surat Edaran Wali Kota Malang Nomor 19 Tahun 2026 tertanggal 26 Juni 2026.
Surat edaran itu ditujukan tidak hanya kepada perangkat daerah, tetapi juga BUMD, satuan pendidikan, hingga perusahaan swasta agar memberikan kesempatan kepada para ayah mengantar anaknya pada hari pertama sekolah.
Pemkot juga akan menggencarkan sosialisasi melalui berbagai media, termasuk media sosial, agar gerakan tersebut dapat diikuti masyarakat secara luas.
Menurut Dian Sonyalia Caturrina, jam masuk sekolah yang umumnya dimulai pukul 07.00 WIB masih memungkinkan bagi para ayah untuk mengantar anak sebelum berangkat bekerja.Ia berharap momentum tersebut menjadi awal perubahan budaya pengasuhan di Indonesia.
"Kami berharap ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi perubahan pola pikir bahwa ayah harus hadir secara aktif dalam pendidikan dan pengasuhan anak."
Selain GAMAS, Dinas Sosial P3AP2KB Kota Malang juga menjalankan berbagai program penguatan keluarga seperti Sekolah Siaga Kependudukan, Pusat Informasi dan Konseling Remaja, Forum Generasi Berencana (GenRe), pembinaan konselor sebaya, hingga Forum Anak sebagai upaya membangun generasi yang lebih berkualitas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....