Sempat Dikira Prank, Puyuh Gratis Akhirnya Dibagikan

  • 01 Jul 2026 16:25 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Blitar - Informasi pembagian ayam dan burung puyuh gratis di Desa Jambewangi, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar, sempat membuat heboh warga, Rabu (1/7/2026).

Ratusan warga yang datang sejak pagi bahkan sempat mengira informasi yang beredar di media sosial itu hanya prank karena pembagian unggas tak kunjung dimulai.

Namun, setelah menunggu berjam-jam, ribuan burung puyuh yang dijanjikan akhirnya tiba dan dibagikan kepada masyarakat.

Sejak pukul 07.00 WIB, warga mulai berdatangan ke lokasi pembagian di Dusun Krajan, Desa Jambewangi. Mereka datang setelah mendapatkan informasi dari flyer yang beredar di media sosial tentang aksi pembagian ayam horn, ayam broiler, dan burung puyuh gratis.

Salah satu warga Desa Jambewangi, Lia, mengaku sengaja datang sejak pagi untuk mendapatkan unggas gratis tersebut. Namun, hingga menjelang siang, unggas yang dijanjikan belum juga tiba.

"Info awalnya ada pembagian ayam dan puyuh. Saya datang pagi, tapi sampai siang belum ada. Saya sempat pulang dulu, lalu kembali lagi setelah dapat kabar puyuhnya sudah datang," katanya, Rabu (1/7/2026).

Burung puyuh yang dibagikan akhirnya tiba sekitar pukul 11.15 WIB. Setiap warga mendapatkan lima ekor burung puyuh secara gratis. Total sekitar 2.400 ekor burung puyuh dibagikan kepada masyarakat.

Sebelumnya, keterlambatan pembagian sempat membuat warga menduga informasi tersebut tidak benar. Apalagi, hingga pukul 10.30 WIB, lokasi pembagian hanya terdapat beberapa boks berisi burung puyuh, sementara ratusan warga terus berdatangan.

Reviandra, warga Desa Jambewangi, mengaku awalnya datang untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar di media sosial.

"Dari pagi warga sudah ramai. Karena tidak ada pembagian, banyak yang mengira ini prank," ujarnya.

Hal serupa dirasakan Hartini, warga Desa Tegalrejo, Kecamatan Selopuro. Ia datang bersama tetangganya dengan harapan mendapatkan ayam dan puyuh gratis.

"Saya tahu dari tetangga. Saya ikut datang ke sini, tapi waktu itu belum ada pembagian. Ya mungkin belum rezeki," katanya sambil tersenyum.

Ramainya warga yang datang juga membuat anggota Polsek Selopuro turun ke lokasi untuk melakukan pemantauan. Karena pembagian belum dimulai dan jumlah warga terus bertambah, petugas sempat meminta warga untuk membubarkan diri.

Berdasarkan informasi yang beredar, pembagian unggas gratis tersebut merupakan aksi sosial dari komunitas peternak sebagai bentuk protes terhadap tingginya harga pakan dan rendahnya harga telur yang menyebabkan kerugian, sehingga dilakukan pengurangan populasi atau afkir ternak.

Namun, penyelenggara kegiatan ini bernama Arif Fuadi, warga Desa Jambewangi, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar diketahui tak berada di lokasi dan informasi yang diterima sedang berada di rumah istrinya di Demak, Jawa Tengah.

Teman penyelenggara bernama Lukman, mengatakan sebelumnya diminta membantu proses pembagian burung puyuh gratis kepada warga.

"Kemarin saya dihubungi untuk membantu pembagian puyuh gratis. Informasinya memang hanya pembagian burung puyuh," ujarnya.

Menurut Lukman, burung puyuh yang dibagikan berasal dari peternak di Pasuruan yang mengalami kerugian. Keterlambatan pengiriman dari Pasuruan ke Blitar membuat jadwal pembagian molor hingga beberapa jam.

"Katanya puyuh masih di perjalanan. Pembagiannya akhirnya diundur setelah dzuhur," imbuhnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....