Organda Malang Siapkan Grup WhatsApp dan Dorong Peremajaan Angkot Listrik

  • 26 Jun 2026 13:24 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Malang menyiapkan sistem komunikasi berbasis grup WhatsApp antara sopir angkutan pelajar dan wali murid guna meningkatkan keamanan serta membangun hubungan kekeluargaan selama layanan berlangsung.

Sekretaris Organda Kota Malang, Purwono Tjokro Darsono, mengatakan setiap armada nantinya akan memiliki grup komunikasi yang beranggotakan pengemudi, wali murid, dan siswa.

"Nanti wali murid akan kita buatkan grup WhatsApp dengan sopir angkot. Ini menjadi sarana koordinasi dan komunikasi antara pengemudi dengan orang tua maupun siswa," kata Purwono dalam program Halo RRI, Jumat (26/6/2026).

Melalui sistem tersebut, orang tua dapat menyampaikan berbagai informasi terkait keberangkatan maupun kepulangan anak, sehingga proses antar jemput dapat berlangsung lebih efektif dan aman.

Purwono berharap kehadiran angkutan pelajar tidak hanya sebatas layanan transportasi, tetapi juga membangun rasa tanggung jawab dan kedekatan antara sopir dengan para siswa.

"Kami ingin tidak sekadar antar jemput. Adik-adik yang dipercayakan kepada teman-teman sopir ini dianggap sebagai anak sendiri, sehingga muncul tanggung jawab dan suasana kekeluargaan yang baik," ujarnya.

Di sisi lain, Organda juga mulai menyiapkan rencana jangka panjang berupa peremajaan armada angkutan kota menggunakan kendaraan listrik. Langkah tersebut dinilai penting mengingat kondisi sebagian besar angkot di Kota Malang sudah berusia tua dan membutuhkan pembaruan.

"Kami sedang berkomunikasi dengan beberapa investor. Ke depan transportasi publik di Malang harus berubah secara signifikan, dan salah satu rencananya adalah menggunakan mobil listrik untuk angkutan kota," ucap Purwono.

Menurutnya, modernisasi transportasi publik menjadi kebutuhan mendesak bagi Kota Malang yang dikenal sebagai kota pendidikan, wisata, dan bisnis. Tanpa pembenahan serius, kemacetan dan penurunan kenyamanan wisatawan dikhawatirkan akan semakin meningkat.

Program angkutan pelajar sendiri terbuka bagi seluruh siswa yang bersekolah di Kota Malang, termasuk mereka yang ber-KTP luar daerah. Penentuan peserta layanan akan dikoordinasikan melalui masing-masing sekolah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....