Penggagas Hari Santri Soroti Framing Negatif Pesantren

  • 13 Jun 2026 11:44 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Penggagas Hari Santri Nasional KH Thoriq bin Ziyad, mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai upaya framing atau pembentukan opini negatif yang menyasar dunia pesantren.

Menurutnya, pesantren perlu menyikapi berbagai narasi negatif secara bijaksana tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan yang selama ini menjadi fondasi pendidikan pesantren.

"Pesantren harus cermat, cerdik, dan waspada terhadap berbagai framing yang berkembang. Namun cara menghadapinya harus tetap elegan dan bermartabat," kata Pengasuh Pondok Pesantren Babussalam Pagelaran, Malang itu, Sabtu (13/6/2026).

KH Thoriq menegaskan, sejarah Indonesia menunjukkan pesantren memiliki kontribusi besar dalam perjuangan kemerdekaan bangsa. Karena itu, citra pesantren perlu dijaga melalui penguatan pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan.

Ia menilai Pancasila menjadi instrumen penting dalam menjaga persatuan bangsa sekaligus menjawab berbagai upaya yang berpotensi memecah belah masyarakat.

"Satu-satunya jalan yang sudah terbukti dan teruji adalah Pancasila. Nilai-nilainya mampu menyatukan berbagai perbedaan yang ada di Indonesia," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....