Harlah ke-39, Ponpes Al Falah Al Makky Perkuat Tradisi Bekali Santri Keterampilan

  • 13 Jul 2026 08:46 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Pondok Pesantren (Ponpes) Putra Al Falah Al Makky Gondanglegi, Kabupaten Malang, memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-39 pada 12 Juli 2026. Peringatan tersebut mengusung tema "Menjaga Tradisi, Merajut Prestasi" sebagai refleksi perjalanan pesantren dalam membangun pendidikan keagamaan dan pengembangan karakter santri.

Rangkaian kegiatan Harlah telah dimulai sejak awal Juli 2026. Kegiatan tersebut meliputi workshop kriya kerajinan kulit dan imitasi, outbound santri putra dan putri, pembacaan Dalail Khoirot, hingga puncak acara berupa kegiatan kesehatan fisik dan mental, istigasah, pembacaan Maulid Diba, serta pemotongan tumpeng.

Pengasuh Ponpes Putra Al Falah Al Makky, Dr. KH. Luqman Hakim, mengatakan pesantren memiliki tanggung jawab tidak hanya mendidik santri dalam aspek keagamaan, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan yang bermanfaat saat kembali ke tengah masyarakat.

"Kami mendapat amanah untuk mendidik dan mencerdaskan anak-anak. Orang tua juga berharap santri memiliki bekal keterampilan. Karena itu, kami mengadakan pelatihan kerajinan kulit agar kemampuan yang diperoleh dapat menjadi modal ketika mereka lulus nanti," ujarnya, Senin (13/7/2026).

Menurutnya, pengembangan keterampilan menjadi bagian penting dalam pendidikan pesantren agar santri mampu beradaptasi dengan kebutuhan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.

Pada momentum Harlah tersebut, pihak pesantren juga menggelar pembacaan Maulid Diba sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan lembaga yang telah berdiri sejak 12 Juli 1987.

KH. Luqman menjelaskan tradisi pembacaan maulid selalu menjadi bagian dari setiap peringatan penting di pesantren. Menurutnya, seluruh nikmat yang dirasakan umat Islam tidak dapat dipisahkan dari keteladanan Nabi Muhammad SAW.

"Melalui pembacaan maulid, kami ingin mengingat jasa Rasulullah SAW sekaligus menumbuhkan kecintaan kepada beliau," katanya.

Sementara itu, Pengasuh Ponpes Putri Al Falah Al Makky, Nyai Hj. Azizah Mislan, menuturkan perjalanan pesantren selama hampir empat dekade tidak dilalui dengan mudah. Ia mengungkapkan, pada sekitar 25 tahun pertama, jumlah santri masih berkisar antara sembilan hingga 15 orang.

"Pertumbuhan pesantren memang berjalan perlahan. Namun, kami memilih memperkuat fondasi dan karakter pendidikan. Alhamdulillah, kini jumlah santri telah mencapai sekitar 500 orang," ujarnya.

Menurut Azizah, fokus utama pesantren bukan pada jumlah santri, melainkan melahirkan generasi yang saleh, berkarakter, dan mampu memberikan manfaat di tengah masyarakat.

Ia juga mengajak para santri untuk menjaga nama baik almamater serta menjadikan pesantren sebagai tempat kembali untuk terus menimba nilai-nilai kehidupan.

"Ke mana pun berada, bawalah nama Al Falah Al Makky dengan bangga. Pesantren ini adalah rumah yang selalu terbuka bagi para santri," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, pihak pesantren turut memperkenalkan sejumlah program pembinaan baru, di antaranya gerakan bebas sampah selama 24 jam, budaya bertutur santun, penghormatan terhadap kitab sebagai sumber ilmu, serta pembentukan klub sepak bola Asy-Syabab FC sebagai wadah pengembangan bakat dan prestasi santri.

Melalui berbagai program tersebut, Ponpes Al Falah Al Makky berharap mampu terus menjaga tradisi pesantren sekaligus mencetak generasi muda yang berakhlak, mandiri, dan berprestasi di berbagai bidang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....