Gubernur Khofifah Salurkan Bansos Rp2,27 Miliar untuk Warga Kota Probolinggo

  • 09 Jun 2026 18:45 WIB
  •  Malang

RRI. CO. ID, Probolinggo – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyalurkan bantuan sosial (bansos) Pemerintah Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 senilai Rp2,27 miliar kepada masyarakat Kota Probolinggo. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Puri Manggala Bhakti Kantor Wali Kota Probolinggo, Senin (8/6/2026).

Bantuan sosial tersebut menyasar berbagai kelompok masyarakat, mulai dari warga miskin ekstrem, peserta PKH Plus, penyandang disabilitas penerima Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD), penerima zakat produktif hingga penerima program bantuan sosial lainnya.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Restu Novi Widiani, mengatakan total bantuan yang disalurkan di Kota Probolinggo mencapai Rp2.272.600.000 melalui enam program bantuan sosial.

"Hari ini hadir penerima manfaat dari berbagai program bantuan sosial antara lain penerima bantuan masyarakat miskin ekstrem, PKH Plus, ASPD, zakat produktif serta berbagai program bantuan sosial lainnya," kata Restu.

Menurutnya, sebanyak 315 penerima manfaat hadir sebagai perwakilan untuk menerima bantuan secara simbolis. Selain itu, seluruh penerima manfaat juga mendapatkan bantuan paket sembako dari Gubernur Jawa Timur.

Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur kepada masyarakat Kota Probolinggo. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur yang selama ini mendukung berbagai program sosial di daerahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Aminuddin melaporkan bahwa angka kemiskinan di Kota Probolinggo berhasil turun sebesar 0,69 persen sepanjang tahun 2025. Capaian itu menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus menekan angka kemiskinan dalam lima tahun mendatang.

"Kami berkomitmen untuk terus menurunkan angka kemiskinan secara signifikan. Dengan dukungan seluruh pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kami optimistis target tersebut dapat tercapai," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Khofifah menjelaskan bantuan yang disalurkan memiliki karakter berbeda sesuai kebutuhan penerima. Sebagian bantuan bersifat perlindungan sosial, sementara lainnya difokuskan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat.

"Kalau untuk difabel dan lansia kurang mampu sifatnya bantuan sosial. Sedangkan untuk kemiskinan ekstrem dan zakat produktif lebih pada pemberdayaan ekonomi. Harapannya dapat membantu memutus mata rantai kemiskinan," kata Khofifah usai acara.

Salah satu penerima manfaat, Abdurahman (36), mengaku bersyukur menerima bantuan program Jawara sebesar Rp3 juta yang akan digunakan untuk mengembangkan usaha sempol miliknya.

"Alhamdulillah senang sekali. Bantuan ini akan saya gunakan untuk membeli rombong dan perlengkapan usaha. Semoga usaha saya semakin lancar," ungkap warga Kota Probolinggo tersebut.

Penyaluran bansos ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat upaya pengentasan kemiskinan di Kota Probolinggo melalui program perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....