Sinergi Rawat Budaya Adiluhung, Pemkab Malang Support Pengukuhan PAKASA

  • 02 Jun 2026 12:36 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang dalam menjaga kelestarian budaya lokal bukan sekadar jargon. Nilai-nilai adiluhung warisan leluhur kini dibidik untuk masuk lebih dalam ke sektor pendidikan karakter generasi muda sekaligus menjadi magnet baru pariwisata daerah.

Sinyal dukungan penuh itu ditegaskan Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib, saat menerima audiensi pengurus Paguyuban Kawula Keraton Surakarta (PAKASA) Malang Raya di Ruang Pringgitan Pendopo Agung Kabupaten Malang, Selasa pagi (2/6/2026). Pertemuan ini membahas matangnya persiapan agenda Pengukuhan Pengurus PAKASA Malang Raya dalam waktu dekat.

"Pemerintah Kabupaten Malang sangat mengapresiasi upaya PAKASA dalam menjaga kelestarian budaya dan nilai-nilai adiluhung warisan leluhur. Budaya merupakan identitas bangsa yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus," tegas Lathifah.

Bagi orang nomor dua di Pemkab Malang tersebut, merawat tradisi tidak bisa dipisahkan dari pembangunan karakter masyarakat. Di tengah gempuran zaman yang kian dinamis, nilai gotong royong, etika, dan toleransi yang ada dalam budaya Keraton Surakarta dinilai masih sangat relevan.

Gayung bersambut, Ketua PAKASA Malang Raya, Dwi Indrotito Cahyono, mengungkapkan bahwa eksistensi paguyuban ini memang didesain untuk merangkul anak muda. "Kami berharap kegiatan pengukuhan ini tidak hanya menjadi agenda organisasi semata, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan, memperkuat kecintaan terhadap budaya bangsa, serta mengenalkan nilai-nilai luhur budaya Keraton Surakarta kepada masyarakat, khususnya generasi muda," beber Tito.

Keseriusan Pemkab Malang dalam menyokong pelestarian budaya ini juga terlihat dari hadirnya gerbong lintas organisasi perangkat daerah (OPD) dalam audiensi. Mulai dari Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Dinas Pendidikan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, hingga Bakesbangpol Kabupaten Malang.

Dari sektor edukasi, perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Malang menilai kolaborasi dengan komunitas seperti PAKASA bisa menjadi laboratorium sejarah yang hidup bagi siswa di sekolah. Sementara itu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang melihat event pengukuhan budaya ini memiliki nilai jual tinggi (event tourism) yang mampu mendongkrak citra Kabupaten Malang sebagai destinasi wisata berbasis budaya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....