Respon Pemkab Soal Aksi Peternak Bagi-Bagi Telur
- 01 Jun 2026 14:52 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Blitar - Pemerintah Kabupaten Blitar merespons aksi damai peternak ayam petelur yang membagikan satu juta butir telur gratis di depan Kantor Bupati Blitar, Senin (1/6/2026).
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap anjloknya harga telur yang saat ini berada jauh di bawah harapan peternak.
Bupati Blitar Rijanto bersama Wakil Bupati Blitar Beky Herdihansah menemui langsung para peternak dan mendengarkan berbagai aspirasi yang disampaikan. Keduanya menegaskan akan meneruskan keluhan peternak kepada pemerintah pusat agar segera ada langkah konkret untuk menstabilkan harga telur di tingkat produsen.
Rijanto mengatakan, kondisi yang dialami peternak saat ini cukup berat. Harga telur di tingkat kandang berada di kisaran Rp21 ribu per kilogram, sementara biaya produksi terus meningkat akibat mahalnya bahan baku pakan dan faktor ekonomi global.
Menurutnya, pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan penuh untuk mengatur harga komoditas telur. Karena itu, keterlibatan pemerintah pusat sangat dibutuhkan agar keseimbangan antara harga jual dan biaya produksi dapat terjaga.
"Kami memahami apa yang dirasakan peternak. Ini bukan hanya persoalan harga telur, tetapi juga menyangkut keberlangsungan usaha dan kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor peternakan," ujar Rijanto, Senin (1/6/2026).
Sebagai salah satu solusi, Pemkab Blitar mendorong optimalisasi peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dalam rantai distribusi telur. Koperasi tersebut diharapkan dapat menjadi wadah penyerapan hasil produksi peternak sekaligus menjembatani kebutuhan berbagai program pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Melalui KDKMP, distribusi telur dinilai akan lebih terorganisir dan memiliki kepastian pasar. Selain membantu menyerap produksi peternak, keberadaan koperasi juga diharapkan mampu menjaga harga agar tidak terlalu fluktuatif di tingkat peternak.
"Kami berharap kebutuhan telur untuk program-program pemerintah bisa disalurkan melalui KDKMP. Dengan pola seperti ini, penyerapan produksi lebih terjamin dan harga di tingkat peternak bisa lebih stabil," jelasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Blitar Beky Herdihansah menyebut bahwa harga telur yang diterima peternak saat ini masih berada di bawah harga acuan yang ditetapkan pemerintah.
Karena itu, diperlukan kebijakan yang mampu melindungi peternak dari gejolak harga yang berpotensi menimbulkan kerugian.
Kabupaten Blitar sendiri merupakan salah satu sentra produksi telur terbesar di Indonesia dengan produksi mencapai sekitar 450 ton per hari. Potensi tersebut dinilai sangat memadai untuk mendukung kebutuhan pangan nasional, termasuk penyediaan telur bagi Program Makan Bergizi Gratis.
"Peternak meminta pemerintah pusat terlibat dalam penataan harga telur. Kami akan terus berkoordinasi agar ada langkah konkret sehingga peternak kecil bisa berkembang dan tidak merugi," imbuhnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....