Kota Batu Awali Program Skrining Jantung Rematik Anak

  • 31 Mei 2026 12:12 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Batu - Kota Batu menjadi daerah pertama di Jawa Timur yang melaksanakan program skrining Penyakit Jantung Rematik (PJR) bagi anak sekolah dasar. Program yang digagas Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Pusat bersama World Heart Federation itu digelar di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Jum'at (29/05/2026).

Sebanyak 300 siswa kelas 5 dan 6 SD dari berbagai sekolah di Kota Batu mengikuti pemeriksaan kesehatan jantung dalam kegiatan tersebut. Skrining dilakukan sebagai upaya deteksi dini terhadap penyakit jantung rematik yang masih menjadi ancaman kesehatan bagi anak usia sekolah.

Pengurus Yayasan Jantung Indonesia Malang Raya, Hanik Didik Gatot Subroto mengatakan Kota Batu dipilih sebagai lokasi perdana pelaksanaan program di Jawa Timur karena menjadi salah satu daerah dengan jumlah pasien jantung anak yang cukup tinggi. Program ini nantinya akan diperluas ke wilayah Kabupaten Malang dan Kota Malang.

“Kota Batu merupakan salah satu kota penyumbang pasien YJI Malang Raya yang cukup banyak. Oleh karena itu, kegiatan perdana di Jatim ini kita pusatkan di sini sebelum nantinya menyasar wilayah Kabupaten dan Kota Malang,” ujarnya kepada rri.co.id, Minggu (31/5/2026).

Menurut Hanik, skrining kesehatan jantung menjadi langkah preventif untuk melindungi generasi muda dari risiko penyakit jantung sejak usia dini. Pemeriksaan dilakukan menggunakan perangkat kesehatan portabel yang memungkinkan proses deteksi awal berlangsung lebih cepat dan efisien.

Pelaksanaan kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Plt. Wali Kota Batu, Heli Suyanto. Ia menilai skrining kesehatan jantung anak penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan sejak usia sekolah.

Heli mengaku terkesan dengan antusiasme para siswa yang mengikuti pemeriksaan kesehatan. Selain itu, ia juga menyoroti penggunaan alat pemeriksaan yang sederhana namun telah didukung teknologi modern.

“Tadi saya lihat alat-alat pemeriksaannya sederhana namun teknologinya sudah canggih. Mudah-mudahan ke depan program dan alat seperti ini bisa diaplikasikan di seluruh Puskesmas Pembantu yang ada di desa maupun kelurahan se-Kota Batu,” kata Heli.

Program skrining Penyakit Jantung Rematik ini direncanakan berlangsung secara berkelanjutan dalam dua tahun ke depan. Yayasan Jantung Indonesia menargetkan sebanyak 2.000 anak di wilayah Malang Raya dapat mengikuti pemeriksaan serupa agar kasus penyakit jantung rematik dapat terdeteksi lebih dini dan ditangani sebelum berkembang menjadi gangguan kesehatan yang lebih serius.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....