Lansia Jatim Kini Punya Posyandu hingga Bantuan Modal Usaha
- 30 Mei 2026 08:50 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang -Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat perhatian terhadap kesejahteraan lansia melalui berbagai program perlindungan sosial hingga pemberdayaan ekonomi. Dalam peringatan Hari Lansia Nasional, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Restu Novi menegaskan bahwa lansia tidak boleh dipandang sebagai beban, melainkan tetap bisa menjadi sosok tangguh dan produktif.
Menurutnya, tema “Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh” diwujudkan melalui kehadiran lansia pelaku UMKM, pedagang pasar, hingga penerima bantuan produktif. Pemprov Jatim juga menyalurkan zakat produktif sebesar Rp500 ribu kepada 100 lansia, serta bantuan rombong usaha bagi lansia yang masih aktif bekerja dan menjadi tulang punggung keluarga.
“Lansia bukan akhir dari segalanya. Lansia juga awal untuk tetap berdaya, sehat, dan tangguh,” ujar Restu Novi.
Selain bantuan produktif, Pemprov Jatim juga mengalokasikan Rp108 miliar untuk program PKH Plus bagi 54 ribu lansia tidak berdaya dengan bantuan Rp2 juta per tahun per orang.
Sementara untuk program permakanan lansia melalui LKSLU dialokasikan sebesar Rp450 juta.
Restu menyebut Jawa Timur juga memiliki tujuh UPT khusus lansia dengan total 950 penerima manfaat. Menurutnya, perhatian terhadap lansia menjadi bagian penting dalam meningkatkan angka harapan hidup di Jawa Timur yang kini mencapai 75,36 tahun atau naik sekitar satu poin dibanding tahun sebelumnya.
Dalam kesempatan itu, Dinsos Jatim juga memperkenalkan konsep miniatur pelayanan lansia yang diharapkan bisa diterapkan hingga tingkat desa dan kelurahan. Konsep tersebut meliputi Posyandu Lansia, terapi lansia, salon lansia, hingga angkringan khusus lansia tanpa biaya sewa.
Terkait Posyandu Lansia, Restu menjelaskan layanan itu tidak hanya pemeriksaan kesehatan dasar, tetapi juga skrining mata, pendampingan psikologis, hingga terapi bagi lansia pasca-stroke maupun yang mengalami gangguan otot dan saraf.
“Kita ingin Posyandu Lansia ini menjadi tempat pelayanan lengkap untuk menjaga kesehatan fisik dan mental para lansia,” katanya.
Ia mengakui saat ini Posyandu Lansia belum merata di seluruh daerah di Jawa Timur. Karena itu, pihaknya mendorong pemerintah kabupaten/kota agar mulai mengalokasikan program dan anggaran khusus bagi pelayanan lansia melalui Musrenbang maupun organisasi lansia daerah.
Restu juga menyebut Malang menjadi salah satu daerah terbaik dalam pelayanan lansia karena memiliki Karang Werda yang aktif dan berjalan optimal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....