Harga Telur Jatuh, Peternak Blitar Bertahan ditengah Kerugian

  • 25 Mei 2026 12:29 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Blitar - Harga telur ayam di tingkat peternak di Kabupaten Blitar terus mengalami penurunan dalam sebulan terakhir. Kondisi ini membuat para peternak mengeluhkan kerugian karena harga jual saat ini berada di bawah titik impas atau break even point (BEP).

Salah satu peternak ayam petelur asal Desa Jeblog, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, Damiri mengatakan harga telur kini hanya berada di kisaran Rp20.800 per kilogram. Padahal agar biaya produksi dan operasional tertutupi, harga telur minimal harus berada di angka Rp24.000 per kilogram.

"Sudah sekitar satu bulan harganya turun terus. Kalau normalnya ya minimal Rp24 ribu supaya seimbang dengan biaya produksi," kata Damiri, Senin (25/5/2026).

Menurutnya, kondisi pasar yang lesu ikut mempengaruhi anjloknya harga telur. Permintaan dari pasaran menurun, sementara produksi telur dari peternak tetap berjalan setiap hari.

Damiri mengaku memelihara sekitar 8.000 ekor ayam petelur dengan hasil produksi mencapai empat kuintal telur per hari. Dengan harga saat ini, ia memperkirakan kerugian yang dialami mencapai sekitar Rp3.000 per kilogram.

"Sementara jualnya tetap murah seperti ini. Ruginya hampir Rp3 ribu per kilo, belum lagi harga konsentrat juga mulai naik," ujarnya.

Meski menghadapi tekanan harga, Damiri memilih tetap mempertahankan usahanya. Ia mengaku sedikit terbantu dengan turunnya harga jagung subsidi dari pemerintah yang menjadi salah satu bahan utama pakan ternak.

"Untungnya harga jagung subsidi turun, jadi sedikit membantu buat bertahan di tengah harga telur yang murah," imbuhnya.

Para peternak berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga telur di pasaran agar usaha peternakan ayam petelur tetap bisa bertahan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....