Bupati Malang Dorong Integrasi Karakter Pendidikan dan Kedaulatan Digital

  • 21 Mei 2026 09:22 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Bupati Malang Sanusi menegaskan pentingnya menyelaraskan sistem pendidikan berkarakter dengan kedaulatan digital guna mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul.

Menurutnya, pembangunan mutu pengajaran di era modern tidak hanya berfokus pada kecerdasan akademik, tetapi juga pada pembentukan regulasi protektif untuk menjaga kedaulatan informasi generasi muda di ruang siber.

Sinergi ini dinilai krusial untuk melahirkan kompetensi pelajar yang kompetitif namun tetap memegang teguh identitas bangsa. Mengadopsi filosofi kebangsaan Ki Hajar Dewantara, Sanusi menyoroti pentingnya sistem “Among” yang berlandaskan nilai Asah, Asih, dan Asuh sebagai fondasi utama pendidikan untuk memanusiakan manusia.

“Pendidikan adalah usaha bersama untuk membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, kuat, dan tangguh,” ujar Sanusi Kamis (21/5/2025).

Langkah strategis di tingkat daerah ini sekaligus menjadi kontribusi nyata dalam mendukung perwujudan visi makro Asta Cita nasional.

Implementasi konkret di lapangan diwujudkan melalui kebijakan digitalisasi pembelajaran yang masif. Pemerintah daerah fokus mengoptimalkan inovasi teknologi di kelas dan penguatan pendidikan karakter bagi peserta didik. Upaya memodernisasi cara belajar ini dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan guru selaku garda terdepan transformasi pendidikan.

Komitmen ini membuahkan hasil nyata lewat torehan prestasi gemilang dari sektor pendidikan formal maupun keagamaan. Sebagai bentuk apresiasi, Bupati Malang menyerahkan penghargaan kepada dua srikandi berprestasi yang membawa nama baik daerah di kancah nasional dan internasional.

Aisyah Ar Rumy, siswi SDTQ Daarul Ukhuwah Pakis ini berhasil meraih Juara II dalam ajang bergengsi Dubai International Holy Qur’an Award (DIHQA) 2026. Prestasi keagamaan ini memperkuat bukti nyata keberhasilan penanaman pendidikan karakter berbasis religius di Kabupaten Malang.

Galuh Setyowati, S.Pd., pengajar inovatif sukses menyabet Juara I Lomba Video Digitalisasi Pembelajaran Satuan Pendidikan tingkat nasional. Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal Informal (PNFI).

Kendati mendorong penetrasi teknologi di sekolah, Sanusi mengingatkan bahwa akselerasi digital tidak boleh berjalan tanpa kendali. Tantangan bangsa saat ini telah bergeser dari sekadar mempertahankan kedaulatan wilayah fisik menjadi perlindungan terhadap kedaulatan informasi di tengah transformasi digital yang masif.

Guna melindungi ekosistem tumbuh kembang anak dari dampak negatif dunia maya, Pemerintah Kabupaten Malang berkomitmen memperketat regulasi. Langkah tersebut mencakup dukungan penuh terhadap kebijakan perlindungan anak di ruang virtual, termasuk pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun yang mulai diefektifkan.

Pembatasan ini diproyeksikan mampu menjadi perisai bagi generasi penerus. Dengan demikian, anak-anak di Kabupaten Malang dapat menyerap manfaat teknologi komunikasi secara bijak, aman, dan bertanggung jawab tanpa kehilangan jati diri dan karakter mereka.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....