Mafindo Malang: Generasi Milenial Lebih Rentan Sebar Hoaks Dibanding Gen Z
- 20 Mei 2026 14:29 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Di tengah peringatan Hari Kebangkitan Nasional, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Malang menyoroti fenomena mengejutkan di era digital. Bukan Generasi Z, kelompok milenial disebut lebih rentan menyebarkan hoaks karena kebiasaan membagikan informasi tanpa penyaringan, tanpa verifikasi.
Mafindo Malang menilai generasi milenial menjadi kelompok yang paling perlu mendapat perhatian dalam literasi digital karena dinilai masih sering menyebarkan informasi tanpa verifikasi.
Hal itu disampaikan pengurus DPW Mafindo Malang, Anak Agung Ayu Mira saat berbicara dalam program Malang Menyapa membahas “Tunas Bangsa Tangguh di Era Digital”, di RRI Malang, Rabu, 20 Mei 2026.
Menurutnya, generasi muda saat ini memiliki pola komunikasi digital yang berbeda dibanding generasi sebelumnya. Gen Z dinilai lebih sadar privasi dan tidak terlalu banyak membagikan identitas pribadi di media sosial.
“Kalau Gen Z sekarang justru lebih pintar dan lebih menjaga privasi mereka. Gen Z kalau posting itu lebih banyak menunjukkan hobinya, bukan identitas lengkap dirinya.Yang mengkhawatirkan justru generasi milenial yang sering sharing tanpa disaring,” kata Mira.
Karena itulah literasi digital saat ini tidak hanya penting bagi generasi muda, tetapi juga orang tua dan kelompok usia lainnya.
“Jadi jangan hanya anak muda yang diedukasi. Orang tua juga perlu belajar etika dan keamanan digital, tidak oversharing,” katanya.
Mira menjelaskan, fenomena oversharing menjadi salah satu penyebab maraknya penipuan digital, scam hingga penyalahgunaan data pribadi di media sosial.
“Karena terlalu banyak membagikan data pribadi secara online, akhirnya rawan terkena penipuan,” katanya.
Selain itu, ia juga menyoroti fenomena phubbing, yakni kondisi ketika seseorang lebih fokus pada gadget dibanding orang di sekitarnya.
“Dampaknya bisa mempengaruhi hubungan sosial sampai kecanduan digital,” ucapnya.
Menurut Mira, kondisi tersebut juga memicu munculnya konten-konten disinformasi, misinformasi hingga manipulasi berbasis kecerdasan buatan atau AI.
Mafindo mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap pesan berantai di WhatsApp yang diteruskan berkali-kali.
“Kalau ada pesan forward berkali-kali itu lebih baik dihindari dulu karena sering kali itu hoaks atau penipuan,” ujar Mira.
Ia menyebut hoaks yang paling banyak beredar saat ini masih didominasi isu politik, kesehatan dan pendidikan.
“Termasuk tips kesehatan dan iklan-iklan clickbait yang judulnya bombastis tapi isinya tidak sesuai,” tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....