Perkuat Mitigasi Bencana, BPBD Kota Batu Gelar Disaster Forum Academy 2026
- 08 Mei 2026 15:45 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu menggelar Disaster Forum Academy (DIFA) pada 8-9 Mei 2026 di kawasan Payung Pinus Jalibar. Kegiatan tahunan ini diikuti perwakilan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), aparat desa dan kelurahan untuk memperkuat kapasitas mitigasi bencana di Kota Batu. Kegiatan tersebut merupakan penyelenggaraan ketiga dan menjadi agenda rutin tahunan BPBD Kota Batu.
Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Batu, Gatot Noegroho, mengatakan konsep DIFA tahun ini dibuat berbeda dari tahun sebelumnya. Kali ini dengan pendekatan outdoor agar peserta lebih leluasa berdiskusi.
“Kami mencoba melakukan dobrakan inovasi dengan mengumpulkan teman-teman FPRB desa dan kelurahan dalam konsep yang berbeda dan lebih terbuka,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).
DIFA merupakan merupakan upaya mitigasi nonstruktural yang diselenggarakan BPBD Kota Batu yang diikuti 4 orang perwakilan dari setiap desa dan kelurahan di Kota Batu, dan anggota FPRB. Tahun ini total ada 100 peserta yang ikut dalam kegiatan yang berlangsung dua hari mulai 8 Mei hingga 9 Mei 2026, bertempat di Payung Pinus Jalibar Kota Batu.
“Kalau DIFA ini konsepnya satu kota, jadi semua FPRB dikumpulkan untuk melakukan gerakan pengurangan risiko bencana bersama-sama,” terang Gatot kepada RRI dalam program Halo RRI, Jumat, 8 Mei 2026.
Pada hari pertama (Jumat, 8 Mei 2026), peserta mendapatkan materi dari lintas sektor seperti Dinas Perumahan, Inspektorat, hingga BPBD Kota Batu.
“Dinas Perumahan berperan dalam penanganan pascabencana, sementara Inspektorat memberikan pembinaan agar penggunaan anggaran yang digunakan tetap sesuai aturan,” jelasnya.
Hari kedua , 9 Mei 2026 akan dijadwalkan kegiatan outdoor capasitas building dan edukasi penanaman kopi dan produksi kopi yang baik bersama penggiat kopi. Selain materi kebencanaan, peserta juga diajak melakukan diskusi terkait persoalan di wilayah masing-masing untuk mendapatkan praktik baik yang dapat diterapkan di daerah lain di Kota Batu.
“Teman-teman desa dan kelurahan bisa membawa isu, kendala, dan pengalaman penanganan bencana untuk dibahas bersama, dan yang baik bisa diterapkan di desa atau kelurahan yang lain,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, BPBD Kota Batu mendorong terwujudnya Batu SAE Tangguh Bencana dan membuat warga, relawan, dan FPRB tidak merasa berjalan sendiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....