Tinjau Embung Kuripan, Bupati Probolinggo Perkuat Mitigasi Kekeringan

  • 05 Mei 2026 23:06 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Probolinggo — Pemerintah Kabupaten Probolinggo memperkuat langkah mitigasi bencana kekeringan dengan meninjau kondisi embung di Desa Jatisari, Kecamatan Kuripan, Selasa (5/5/2026). Peninjauan ini menjadi bagian dari upaya antisipasi menghadapi musim kemarau panjang.

Bupati Probolinggo Mohammad Haris turun langsung ke lokasi didampingi Sekretaris Daerah Ugas Irwanto, anggota DPRD, serta jajaran pejabat Pemkab Probolinggo. Selain melihat kondisi fisik embung, Bupati juga berdialog dengan pengelola untuk menyerap kebutuhan riil di lapangan.

Menurut Haris, keberadaan embung memiliki peran strategis tidak hanya untuk pengairan pertanian, tetapi juga sebagai instrumen mitigasi bencana kekeringan yang kerap melanda wilayah tersebut.

“Menjelang kemarau, kita harus memetakan seluruh potensi embung. Ini penting sebagai langkah mitigasi agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi,” ujarnya.

Ia menegaskan, pemerintah daerah saat ini tengah melakukan pemetaan dan evaluasi terhadap embung yang ada, termasuk mengidentifikasi wilayah yang masih rawan kekeringan akibat keterbatasan sumber air.

Embung di Desa Jatisari sendiri berada dalam kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Meski demikian, Pemkab Probolinggo akan mengusulkan normalisasi dan pendalaman embung agar kapasitas tampung air dapat ditingkatkan.

“Dengan normalisasi, daya tampung embung bisa lebih optimal sehingga mampu menjangkau area yang lebih luas, terutama saat musim kemarau,” jelasnya.

Selain optimalisasi embung yang ada, Pemkab juga tengah mengkaji pembangunan embung baru di wilayah atas Kecamatan Kuripan. Langkah ini dinilai penting untuk memperluas jangkauan layanan air, khususnya bagi masyarakat yang selama ini belum terlayani secara maksimal.

“Kami sedang melakukan assessment untuk mencari sumber air dan lokasi yang tepat. Harapannya, wilayah Kuripan bagian atas juga memiliki akses air yang memadai,” tambahnya.

Bupati Haris menekankan bahwa peninjauan langsung ke lapangan menjadi kunci dalam merumuskan kebijakan mitigasi yang tepat sasaran.

“Kalau tidak melihat langsung, kita tidak akan punya gambaran utuh. Sementara ke depan, potensi kemarau panjang harus kita antisipasi sejak sekarang,” tegasnya.

Saat ini, embung yang ada telah membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat di wilayah bawah Kecamatan Bantaran. Namun, wilayah atas Kecamatan Kuripan masih membutuhkan tambahan infrastruktur air untuk mendukung aktivitas pertanian.

Melalui langkah pemetaan, optimalisasi, dan rencana pembangunan embung baru, Pemkab Probolinggo berharap dapat memperkuat ketahanan air sekaligus meminimalkan dampak kekeringan bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....