Walikota Probolinggo Rancang Cafe 360 dan Penataan Odong-Odong
- 26 Apr 2026 11:46 WIB
- Malang
RRI. CO. ID, Probolinggo – Pemerintah Kota Probolinggo terus menyiapkan penataan kawasan Alun-Alun Kota sebagai pusat wisata dan ruang publik yang lebih tertata. Salah satu rencana pengembangan yang disiapkan yakni pembangunan Cafe 360 Tower serta penataan operasional odong-odong wisata agar lebih terintegrasi dan bernilai ekonomi.
Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin mengatakan, saat ini masih muncul kembali sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang sebelumnya telah direlokasi ke kawasan GOR Ahmad Yani. Selain itu, keberadaan odong-odong di sekitar alun-alun juga menjadi perhatian pemerintah kota untuk ditata lebih baik.
Menurutnya, penataan PKL dan odong-odong akan diintegrasikan dengan kawasan wisata lain seperti Museum Probolinggo dan Museum dr. Mohamad Saleh agar saling mendukung dalam pengembangan pariwisata kota.
| Baca juga: Wali Kota Probolinggo Ajak ASN Hemat Energi |
“Alun-alun ini sudah banyak dikunjungi masyarakat luar daerah, bahkan hanya untuk berfoto. Karena itu akan terus kita tingkatkan, termasuk dengan rencana pembangunan Cafe 360 Tower,” ujar Aminuddin, Minggu (26/4/2026).
Ia menjelaskan, konsep Cafe 360 Tower nantinya berupa menara dengan ketinggian lebih dari 10 meter, sehingga pengunjung dapat menikmati pemandangan laut di sisi utara serta panorama pegunungan di sisi selatan Kota Probolinggo.
Menurut Aminuddin, konsep tersebut diharapkan menjadi daya tarik baru wisata kota yang modern dan ikonik, menyerupai konsep wisata panorama seperti di Sydney.
Selain itu, terkait operasional odong-odong, Pemkot menilai kendaraan tersebut masih dibutuhkan masyarakat sebagai sarana hiburan anak-anak sekaligus potensi wisata. Namun, hingga kini belum ada aturan maupun kriteria yang jelas terkait operasionalnya.
Ke depan, odong-odong akan diarahkan menjadi kendaraan wisata resmi dengan rute tertentu dan sistem tiket yang dikelola pemerintah.
Rute yang direncanakan antara lain melintasi kawasan Klenteng, Jalan Ahmad Yani, Museum Probolinggo, stadion, hingga kembali ke alun-alun. Tiketing nantinya akan dikelola melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata agar potensi pajak daerah dapat dimaksimalkan.
“Mau dilarang juga ada kebutuhan dari warga. Karena itu, kita tata supaya menjadi kendaraan wisata yang resmi dan memberikan manfaat ekonomi,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari mengatakan, odong-odong memang memiliki daya tarik tersendiri bagi anak-anak dan dapat mendukung aktivitas wisata di alun-alun. Namun, jika tidak ditata dengan baik, keberadaannya dapat mengganggu lalu lintas dan merusak keteraturan kawasan.
Menurutnya, penataan tersebut membutuhkan pendekatan yang tidak mudah dan perlu dukungan masyarakat agar proses penataan berjalan lancar.
“Kami butuh pendekatan karena ini tidak mudah. Kami mohon dukungan masyarakat agar penataan ini berjalan baik demi kemajuan Kota Probolinggo,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....