Kadin Jatim Perkuat Peran Daerah dalam Pengembangan Vokasi

  • 23 Apr 2026 20:44 WIB
  •  Malang

RRI. CO. ID, Probolinggo – Kamar Dagang dan Industri Provinsi Jawa Timur menggelar pembinaan bagi pengurus Kadin kabupaten/kota guna memperkuat peran strategis dalam pengembangan pendidikan dan pelatihan vokasi. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (24/4/2026) siang di salah satu gedung pertemuan di Jalan Suroyo, Kelurahan Tisnonegaran, Kota Probolinggo.

Peserta kegiatan berasal dari berbagai daerah, di antaranya pengurus Kadin Kota Probolinggo, Banyuwangi, Situbondo, Jember, Lumajang, serta Malang. Pembinaan ini mengusung tema Peran Strategis Kadin dalam Pengembangan Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi serta Tindak Lanjut Program Tim Koordinasi Daerah Vokasi (TKDV).

Selaku tuan rumah, Ketua Kadin Kota Probolinggo Roy Rianto Gunadi menyampaikan apresiasi atas dukungan Kadin Jawa Timur terhadap pengurus di daerah. Ia juga menyambut hangat seluruh peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Sementara itu, Ketua Umum Kadin Jawa Timur Adik Dwi Putranto menyoroti masih lebarnya kesenjangan antara lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

Mengacu pada data Asosiasi Pengusaha Indonesia, ia menyebut hanya sekitar 10 hingga 20 persen lulusan perguruan tinggi yang dinilai sesuai dengan kebutuhan industri.

“Menurut Apindo, yang sesuai dengan kebutuhan industri itu masih sekitar 10 sampai 20 persen. Ini menjadi problem bagi pemerintah daerah, pengusaha, dan dunia pendidikan. Karena itu, TKDV menjadi salah satu alternatif untuk menjawab persoalan tersebut,” ujarnya.

Ia menambahkan, melalui Tim Koordinasi Daerah Vokasi, pihaknya berupaya menyelaraskan pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri sekaligus mendorong lahirnya wirausaha baru.

Lebih lanjut, Adik menjelaskan bahwa Kadin dinilai sebagai pihak yang paling memahami kebutuhan industri. Oleh karena itu, pemerintah pusat memberikan peran strategis kepada Kadin dalam penyelarasan kurikulum serta pelatihan pendidikan vokasi.

Hal tersebut, lanjutnya, juga diperkuat melalui Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2022 yang menegaskan peran Kadin dalam mendukung program vokasi nasional.

“Harapannya, meskipun belum optimal, program ini tetap berjalan sesuai amanat Perpres. Intinya untuk memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan industri,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut juga disampaikan materi mengenai peran strategis Kadin dalam revitalisasi vokasi oleh Direktur Kadin Institute, Nurul Indah Susanti. Selain itu, peserta juga mendapatkan sosialisasi program kerja serta peluang magang ke Jerman dan Jepang.

Melalui pembinaan ini, diharapkan peran Kadin di daerah semakin optimal dalam menjembatani kebutuhan industri dengan dunia pendidikan, sehingga mampu menciptakan sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....