Daun Pisang Dinilai Solusi Dukung Gerakan Zero Waste

  • 16 Apr 2026 06:45 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Penggunaan daun pisang sebagai alternatif kemasan dinilai mampu mendukung gerakan zero waste di masyarakat. Selain ramah lingkungan, bahan ini juga dianggap lebih aman dibandingkan kemasan plastik sekali pakai.

Project Manager Zero Waste Cities ECOTON sekaligus penggiat zero waste, Tonis Afrianto, mengatakan bahwa daun pisang bukanlah hal baru bagi masyarakat Indonesia. Ia menilai penggunaan bahan alami ini merupakan bagian dari budaya lokal yang perlu dihidupkan kembali.

“Daun pisang itu sebenarnya bukan sesuatu yang baru, ini budaya asli Indonesia yang harusnya dihidupkan kembali,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).

Menurutnya, pergeseran ke penggunaan plastik selama ini telah menggeser kebiasaan tradisional yang lebih ramah lingkungan. Padahal, kemasan berbahan alami seperti daun pisang sudah lama digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain daun pisang, bahan lain seperti daun jati juga dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pembungkus makanan. Kedua bahan ini telah lama digunakan dalam penyajian makanan tradisional seperti pecel dan berbagai kuliner khas lainnya.

“Selain daun pisang juga ada daun jati yang bisa dipakai sebagai wadah makanan tradisional,” jelasnya.



Tonis menambahkan, penggunaan bahan organik memiliki keunggulan karena mudah terurai di alam. Hal ini berbeda dengan plastik yang membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai.

Dengan sifatnya yang biodegradable, daun pisang dinilai tidak menimbulkan limbah yang mencemari lingkungan. Penggunaan bahan ini pun sejalan dengan prinsip pengurangan sampah dalam gerakan zero waste.

“Pemakaian bahan organik ini bisa mendukung aksi zero waste karena limbahnya mudah terurai dan kembali ke alam,” tegasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....