Harga Plastik Naik, Momentum Kurangi Penggunaan Sekali Pakai
- 16 Apr 2026 06:43 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Kenaikan harga plastik hingga 70 persen akibat konflik di Timur Tengah dinilai dapat menjadi momentum strategis untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Kondisi ini berpotensi mendorong perubahan perilaku masyarakat ke arah yang lebih ramah lingkungan.
Project Manager Zero Waste Cities ECOTON sekaligus penggiat zero waste, Tonis Afrianto, menyambut positif dampak tersebut dari sisi lingkungan. Ia menilai kenaikan harga plastik bisa menjadi pemicu pembatasan konsumsi plastik secara alami.
“Kami sangat menyambut baik dampak yang ditimbulkan, karena ada keuntungan bagi lingkungan hidup,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).
Menurutnya, selama ini plastik sekali pakai sangat mudah diakses karena harganya murah. Kondisi tersebut membuat masyarakat cenderung menggunakannya secara berlebihan tanpa kontrol.
“Selama ini plastik sangat murah dan tidak ada biaya cukai, sehingga masyarakat bebas mengkonsumsi,” jelasnya.
Dengan kenaikan harga di tingkat global, masyarakat diharapkan mulai mempertimbangkan kembali penggunaan plastik. Perubahan ini dinilai dapat menciptakan perilaku baru yang lebih bijak dalam konsumsi.
Tonis menambahkan, kondisi ini juga dapat memperkuat kebijakan pemerintah terkait pembatasan plastik sekali pakai. Regulasi yang selama ini ada dinilai akan lebih efektif jika didukung kondisi harga yang tinggi.
“Ini bisa memperkuat implementasi peraturan pembatasan plastik sekali pakai yang sudah ada,” katanya.
Ia pun mendorong pemerintah untuk memanfaatkan momentum ini dalam mengedukasi masyarakat. Kampanye pengurangan plastik diharapkan dapat lebih masif dan berkelanjutan.
Dengan sinergi antara kebijakan dan perubahan perilaku masyarakat, pengurangan sampah plastik dinilai lebih mudah tercapai. Momentum kenaikan harga ini pun diharapkan menjadi titik awal perubahan yang lebih permanen.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....