Nurochman Sebut Pesantren sebagai Benteng Moral Kota Wisata Batu
- 29 Mar 2026 16:35 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Batu – Di tengah pesatnya pertumbuhan sektor pariwisata dan teknologi informasi, Wali Kota Batu, Nurochman, menekankan pentingnya ketahanan moral masyarakat. Hal itu disampaikannya ketika menerima kunjungan silaturahmi dan halalbihalal keluarga besar Himpunan Alumni Santri Lirboyo (Himasal) Malang Raya di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani.
Dalam sambutannya, Wali Kota Nurochman mengungkapkan sejumlah persoalan sosial yang kerap muncul di kota wisata, seperti penurunan akhlak di media sosial, perundungan, hingga bahaya narkoba. Ia menilai pendidikan pesantren yang bersifat universal menjadi fondasi utama dalam menyeimbangkan kemajuan zaman dengan akhlak mulia.
| Baca juga: Isroqunnajah Kembali Pimpin MUI Malang |
"Kota Batu butuh keseimbangan. Saat pariwisata berkembang, kita mulai kehilangan tata krama. Saya yakin pesantren punya peran besar bagi peradaban. Sikap rendah hati para santri kepada kiai adalah pelajaran berharga bagi kami di pemerintahan," ujar pria yang akrab disapa Cak Nur itu, Minggu (29/3/2026)..
Sebagai warga asli Desa Sumberjo, Wali Kota Nurochman bersama Wakil Wali Kota Heli Suyanto (putra daerah Sumber Brantas) mengusung misi birokrasi yang berpijak pada realitas masyarakat. Ia menginginkan kebijakan pemerintah tidak sekadar wacana, melainkan berdampak nyata bagi warga kecil.
"Kami berharap birokrasi Kota Batu lebih luwes dan tidak kaku. Dengan doa tulus dari para santri, nilai-nilai kepesantrenan dapat meresap dalam pola pikir aparatur. Kami ingin memimpin dengan amanah, selamat, dan berprestasi demi kebaikan bersama," tambahnya.
Wali Kota juga mengapresiasi peran alumni Lirboyo dalam memperkuat nuansa religius di lingkungan pemerintah. Menurutnya, rutinitas kegiatan keagamaan telah membuka 'aura positif' yang mulai terasa di jajaran birokrasi Kota Batu.
"Tentu saya berharap ada masukan atau rekomendasi kebijakan dari para santri. Bagaimana nilai-nilai santri Lirboyo dapat diwujudkan dalam kebaikan kehidupan bermasyarakat di Kota Batu," pungkasnya.
Acara yang berlangsung khusyuk itu turut dihadiri para kiai sepuh, Ketua MUI Kota Batu KH. Abdullah Thohir, serta Mauizah Hasanah oleh Gus Ahmad Kafa dan Gus Adib dari Pondok Pesantren Lirboyo Kediri. Sinergi antara ulama dan umara ini diharapkan menjadi landasan kokoh bagi pembangunan Kota Batu yang berkarakter dan berdaya saing.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....