Pondok Pesantren Diminta Jadi Perekat Perbedaan

  • 14 Jun 2026 16:49 WIB
  •  Malang
RRI.CO.ID, Malang - Penggagas Hari Santri Nasional sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Babussalam Pagelaran, KH Thoriq bin Ziyad, mengajak kalangan pesantren dan warga Nahdlatul Ulama (NU) untuk memperkuat peran sebagai pemersatu masyarakat di tengah berbagai perbedaan yang berkembang.

Menjelang pelaksanaan Muktamar NU, Gus Thoriq menilai pesantren perlu kembali menguatkan amanah para ulama terdahulu, yakni menjadi pusat pendidikan moral, etika, dan perdamaian.

"Kita harus mampu menjadi insan yang mendamaikan dan mempersatukan. Perbedaan tidak boleh dijadikan alasan untuk memperlebar perpecahan," katanya, Minggu (14/6/2026).

Menurutnya, keberagaman yang ada di tubuh NU justru harus menjadi kekuatan untuk membangun kebangkitan ulama yang berlandaskan ilmu pengetahuan dan nilai kebangsaan.

Ia menilai insan pesantren perlu menjadi poros utama dalam menjaga persatuan sekaligus menghadapi berbagai dinamika sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

"Perbedaan harus disatukan menjadi gerakan kebangkitan ulama yang bersifat ilmiah dan membawa manfaat bagi bangsa," ujarnya.

KH Thoriq menambahkan, pesantren sejak awal berdiri memiliki misi membangun karakter masyarakat sehingga nilai tersebut perlu terus diwariskan kepada generasi mendatang.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....