Disdikbud Kota Malang Dukung Sekolah Tetap Luring
- 26 Mar 2026 21:40 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang mendukung kebijakan pemerintah pusat yang mengutamakan pembelajaran tetap berlangsung secara tatap muka atau luring.
Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana, menegaskan pihaknya sejalan dengan arahan tersebut dan berharap sekolah tidak kembali menerapkan sistem daring.
“Harapan kami jangan daring dulu, karena dampaknya ke siswa dan orang tua cukup besar,” ujar Suwarjana, Kamis 26 Maret 2026.
| Baca juga: DPRD dorong MCC Kota Malang Jadi BLUD |
Ia menilai, pengalaman saat pandemi COVID-19 menunjukkan pembelajaran daring menambah beban orang tua, baik dari sisi biaya kuota maupun pendampingan belajar anak.
Selain itu, pembelajaran tatap muka dinilai lebih efektif dalam menjaga kualitas pendidikan dan memastikan capaian kurikulum tetap optimal.
Sikap ini sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menegaskan pembelajaran siswa diutamakan tetap berlangsung secara luring di tengah situasi krisis global.
Ia menyebut, keputusan tersebut merupakan hasil koordinasi lintas kementerian dan mengacu pada arahan Prabowo Subianto agar tidak terjadi learning loss dalam proses pendidikan.
Meski sempat muncul wacana pembelajaran hybrid, pemerintah pusat menilai metode daring belum menjadi kebutuhan mendesak saat ini. Fokus utama tetap pada peningkatan kualitas pendidikan nasional.
Di Kota Malang sendiri, Disdikbud juga memastikan agenda pendidikan tetap berjalan, termasuk pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa kelas 6 dan 9 setelah April.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....