BPBD Tangani Banjir Pasuruan dengan Pompa dan Dapur Umum
- 26 Mar 2026 12:26 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Pasuruan - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan terus melakukan berbagai upaya penanganan banjir yang melanda belasan kecamatan sejak 24 Maret 2026. Penanganan difokuskan pada percepatan surutnya genangan serta pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, menjelaskan dalam Dialog Malang Menyapa edisi Kamis (26/3/2026), bahwa banjir terjadi akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut. “Tanggal 24 Maret yang lalu memang terjadi cuaca yang sangat ekstrem di Kabupaten Pasuruan sehingga menimbulkan bencana banjir di sebelas kecamatan,” katanya.
Ia menambahkan, kondisi banjir saat ini mulai berangsur surut di beberapa wilayah, meski masih tinggi di sejumlah titik, terutama di Kecamatan Rejoso. “Saat ini, sudah mulai surut beberapa kecamatan dan yang paling signifikan terjadi di kecamatan Rejoso,” ujarnya.
Dalam upaya mempercepat surutnya banjir, BPBD bersama pemerintah daerah mengerahkan alat penyedot air. Namun, efektivitasnya bergantung pada kondisi debit sungai. “Hari ini bupati Jatim mengerahkan alat penyedot air. Namun demikian jika sungai masih tinggi, air akan kembali,” jelasnya.
Selain penanganan teknis, BPBD juga fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak. Ia menyebut bantuan yang diberikan meliputi makanan, sembako, hingga fasilitas pengungsian. “Bantuan ini yang kita berikan tentu saja yang berhubungan dengan kebutuhan dasar seperti makanan, sembako, dan juga kita bikin dapur umum,” kata Sugeng.
BPBD juga mendirikan dapur umum di beberapa titik terdampak untuk menunjang kebutuhan logistik warga. “Ada 3, yaitu di Kalirejo Bangil, kemudian di Kecamatan Winongan, dan kecamatan Rejoso,” ujarnya terkait lokasi dapur umum.
Untuk pengungsi, BPBD menyiapkan lokasi yang aman dari genangan air, termasuk tenda dan fasilitas umum. “Kita taruh di jalan yang sekiranya tidak ada air yang masuk. Juga ada masjid dengan dataran lebih tinggi yang dipakai,” jelasnya.
BPBD berharap kondisi banjir segera surut sepenuhnya dengan catatan tidak ada tambahan air dari wilayah hulu. “Mudah-mudahan tidak terjadi tambahan air dari wilayah hulu. Kalau sudah tidak ada tambahan air, saya kira dalam 3-4 hari sudah mulai surut,” pungkasnya. (Meuthia Adzkiya)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....