Lapas Pasuruan Buka Halal Bihalal WBP dengan Pengunjung Empat Hari Berturut-turut

  • 22 Mar 2026 09:38 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Pasuruan - Berlebaran bisa dilakukan di mana saja. Termasuk di dalam tembok penjara. Seperti itulah yang terlihat di Halaman Tengah Lapas Kelas II B Pasuruan, Minggu (21/3/2026) pagi. Ratusan WBP merayakan idulfitri bersama keluarga dengan suka cita.

Tembok tinggi tak menjadi penghalang untuk mereka bisa melepas rindu sembari menikmati masakan yang dibawa dari rumah.

“Mau gimana lagi karena ini harus dijalani. Saya sebagai istri ya harus mensupport suami sepenuhnya. Momennya lebaran, sekalian bawa lalapan bebek kesukaan,” ungkap Lina, salah seorang pengunjung.

Lina dan ratusan pengunjung lainnya diberikan kesempatan untuk bisa berhalal bihalal dengan WBP Lapas Pasuruan.

Kepala Lapas Pasuruan, Tri Wibawa Kristiyana mengatakan, pihaknya memberikan waktu 4 hari untuk WBP bisa merayakan lebaran dengan keluarganya di Lapas.

Dalam satu hari, pihak Lapas membagi durasi pertemuan menjadi dua sesi. Yakni sesi satu dimulai pukul 8 pagi sampai 11 siang. Sedangkan sesi dua dimulai pukul satu siang sampai jam 3 sore.

“Kita bagi dua sesi dalam satu harinya, supaya tidak menumpuk dan WBP bisa lebih lama waktu dan kebersamaan mereka dengan keluarganya,” katanya.

Diketahui, total WBP di Lapas Pasuruan sampai hari ini berjumlah 638 orang. Untuk mengamankan dan menjaga acara halal bihalal, Lapas Pasuruan juga dibantu oleh Polres Pasuruan Kota dan Kodim 0819 Pasuruan.

“Termasuk adik-adik pramuka yang ikut membantu, kami ucapkan terima kasih,” ucapnya.

Lebih lanjut Tri menegaskan bahwa digelarnya halal bihalal ini semata-mata untuk memberikan kesempatan yang sama dengan masyarakat muslim lainnya ketika lebaran tiba.

“Juga untuk menurunkan tensi emosi, karena ketika lebaran sudah pasti kangen dengan keluarga, makanya kita adakan meski waktunya tetap dibatasi,” imbuhnya.

Untuk bisa bertemu WBP, setiap pengunjung wajib diperiksa. Termasuk barang bawaan yang akan masuk kawasan lapas. Kata Tri, semua itu dilakukan untuk memastikan keamanan dan kondusifitas di dalam Lapas Pasuruan.

“Makanan minuman yang dibawa kita periksa semua. Terrmasuk para pengunjung juga kita periksa sampai betul-betul aman dan bolejh memasuki kawasan lapas,” tegasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....