Ratusan WBP Muslim di Lapas Pasuruan Rayakan Idul Adha 1447 Hijriah

  • 27 Mei 2026 14:09 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Pasuruan - Ratusan warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Pasuruan tahun ini kembali mendapatkan kesempatan untuk melaksanakan ibadah Sholat Idul Adha secara berjamaah, Rabu (27/5/2026) pagi.

Sholat Idul Adha dilaksanakan di Lapangan Serbaguna Lapas Pasuruan dan dipimpin langsung oleh salah seorang pejabat dari Kantor Kementerian Agama Kota Pasuruan.

Selain WBP, Kepala Lapas Pasuruan, Tri Wibawa Kristiyana beserta seluruh pejabat struktural dan pegawai juga ikut melaksanakan sholat ied yang dimulai tepat pukul 6 pagi.

Dalam khutbahnya, khatib mengangkat tema nasional Idul Adha 1447 Hijriah, yakni “Spirit Kurban Merawat Alam dan Kemanusiaan”. Intinya, ia mengajak umat Islam agar menjadikan ibadah qurban sebagai sarana memperkuat kepedulian terhadap sesama sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

"Berqurban adalah ibadah sunnah yang dianjurkan. Tujuannya sangat mulia, tak lain untuk berbagi kepada sesama dan mengajarkan akan bagaimana pentingnya merawat alam dan lingkungan sekitar," katanya.

Tak selesai sampai di situ, Sang Khatib juga menegaskan bahwa nilai utama Qurban tidak hanya terletak pada penyembelihan hewan, tetapi juga pada keikhlasan, pengorbanan, serta kepedulian terhadap sesama manusia dan lingkungan.

"Semangat kurban diharapkan mampu melahirkan pribadi yang lebih peduli, bertanggung jawab, dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Pasuruan, Tri Wibawa Kristiyana, menyampaikan bahwa momentum Iduladha menjadi sarana refleksi bagi seluruh warga binaan dan petugas untuk menumbuhkan nilai keikhlasan, kepedulian, serta semangat memperbaiki diri.

“Idul Adha mengajarkan makna pengorbanan, ketaatan, dan kepedulian terhadap sesama. Kami berharap melalui pelaksanaan Sholat Idul adha ini, warga binaan dapat mengambil hikmah untuk terus memperbaiki diri, meningkatkan keimanan, serta menumbuhkan rasa empati dan tanggung jawab sosial sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut Tri menambahkan bahwa pembinaan keagamaan merupakan salah satu program penting di Lapas Pasuruan dalam mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan.

Melalui kegiatan keagamaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan, diharapkan terbentuk pribadi yang lebih baik, berakhlak, serta siap menjalani kehidupan yang produktif setelah menyelesaikan masa pidananya.

"Momentum hari raya ini diharapkan semakin meneguhkan semangat kebersamaan, kepedulian, dan kemanusiaan bagi seluruh keluarga besar Lapas Pasuruan," harapnya.

Usai sholat Idul Adha selesai dilaksanakan, acara dilanjutkan dengan penyembelihan hewan qurban. Kata Tri, Lapas Pasuruan menyembelih 1 ekor sapi dan 6 ekor kambing yang sebagian besar diberikan dari Pemkot Pasuruan, PCNU, Kejaksaan dan Polres Pasuruan Kota.

"Matur nuwon untuk rekan-rekan Forpimda yang jugaikut membantu memberikan hewan qurban untuk Lapas Pasuruan," tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....