Wali Kota Probolinggo Dorong Inovasi Irigasi Tetes

  • 13 Mar 2026 19:42 WIB
  •  Malang

RRI. CO. ID, Probolinggo – Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, mendorong petani untuk menerapkan inovasi pertanian melalui sistem irigasi tetes dan pola tanam tumpangsari.

Hal tersebut disampaikan saat menghadiri panen cabai bersama Kelompok Tani Lestari Jaya di lahan pertanian Jalan Priksan, Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, Jumat (13/3/2026).

Kegiatan panen cabai tersebut dihadiri para asisten dan staf ahli wali kota, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), perwakilan Satgas Pangan, Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS), serta sejumlah petani cabai dari berbagai wilayah di Kota Probolinggo.

Acara diawali dengan pemetikan cabai bersama oleh Wali Kota Probolinggo bersama para petani. Selain itu, kegiatan juga dirangkaikan dengan sosialisasi budidaya dan panen cabai rawit yang menghadirkan narasumber pemilik lahan, Hasan Prasojo.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Probolinggo, Fitriawati, menjelaskan bahwa proses tanam cabai di lahan tersebut telah dimulai sejak Oktober 2025. Kelompok Tani Lestari Jaya juga menjadi tempat pelatihan swadaya bagi gabungan kelompok tani (Gapoktan) di wilayah Kebonsari.

“Pelaksanaan panen cabai rawit ini menggunakan sistem tumpangsari dengan tanaman jagung serta sistem irigasi tetes. Dalam waktu dekat akan dilakukan penanaman kembali di lahan berbeda dalam satu area,” kata Fitriawati.

Ia menambahkan, dengan modal sekitar Rp13 juta, kelompok tani tersebut telah melakukan panen hingga 10 kali dengan total hasil mencapai sekitar Rp45 juta. Upaya ini juga bertujuan menjaga ketersediaan stok cabai di pasaran, menstabilkan harga, sekaligus menekan inflasi pangan di Kota Probolinggo.

Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kota Probolinggo memberikan stimulan berupa pupuk non-subsidi kepada para petani, yakni NPK Ponska sebanyak 25 kilogram dan urea 5 kilogram. Para petani juga akan mendapatkan pendampingan dari tenaga penyuluh pertanian sesuai dengan lokasi lahan masing-masing.

Sementara itu, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menilai penerapan teknologi irigasi tetes mampu meningkatkan efisiensi penggunaan air dan pupuk, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian.

“Dengan menerapkan teknologi irigasi tetes serta sistem tumpangsari dengan tanaman jagung, pemanfaatan lahan menjadi lebih optimal dan efisien,” ujarnya.

Menurutnya, inovasi pertanian tersebut dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di Kota Probolinggo. Dengan modal relatif kecil namun mampu menghasilkan keuntungan cukup besar, metode ini diharapkan dapat mendorong petani untuk mengembangkan budidaya cabai secara modern dan berkelanjutan.

Selain itu, ia juga menilai lahan tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan dengan usaha ternak burung puyuh yang dinilai relatif mudah dalam perawatan dan memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....