Nenek Penjual Kerupuk Jadi Korban Penipuan Uang Palsu

  • 11 Mar 2026 11:57 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Blitar - Seorang perempuan lanjut usia yang sehari-hari berjualan kerupuk keliling menjadi korban penipuan uang palsu. Peristiwa tersebut menjadi perhatian masyarakat setelah videonya beredar luas di media sosial.

Korban diketahui bernama Semarah (59), warga yang tinggal di rumah kontrakan di Dusun Bangle, Desa Bangle, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar. Ia sehari-hari berjualan kerupuk dengan berkeliling menggunakan sepeda kayuh.

Dalam video yang beredar, diceritakan bahwa peristiwa penipuan terjadi ketika korban sedang berjualan. Seorang pembeli membeli kerupuk dengan total sekitar Rp20 ribu dan membayar menggunakan uang pecahan Rp100 ribu.

Setelah menerima kembalian, pembeli tersebut kembali meminta agar uang Rp100 ribu yang digunakan untuk membayar ditukar dengan pecahan uang yang lebih kecil. Karena tidak menaruh curiga, korban menuruti permintaan tersebut.

Belakangan diketahui uang yang diberikan kepada korban ternyata palsu. Dari kejadian tersebut, korban mengalami kerugian hingga Rp200 ribu.

Kamituwo Dusun Bangle, Didin, mengatakan Semarah sudah tinggal di wilayah tersebut sekitar dua tahun. Ia diketahui mengontrak rumah sederhana dan berjualan kerupuk hampir setiap hari untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

"Sudah sekitar dua tahun tinggal di sini. Biasanya berangkat jualan sejak pagi dan pulang sampai malam," ujarnya, Rabu (11/3/2026).

Didin menambahkan, setelah kabar tersebut viral di media sosial, banyak warga yang menunjukkan rasa simpati kepada korban. Beberapa di antaranya memberikan bantuan secara sukarela untuk meringankan kerugian yang dialami.

Pemerintah Desa Bangle juga turut memberikan bantuan sebagai bentuk kepedulian kepada korban.

"Dari warga sudah ada yang membantu. Pemerintah desa juga memberikan bantuan semampunya," jelasnya.

Terkait langkah selanjutnya, perangkat desa masih akan berkomunikasi dengan korban untuk memastikan apakah yang bersangkutan ingin melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

"Kami akan menanyakan langsung kepada korban apakah ingin melaporkan ke polisi atau tidak,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....