Isi Dikurangi, UMKM Kerupuk Blitar Pilih Bertahan
- 13 Apr 2026 09:08 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Blitar - Tekanan biaya produksi memaksa pelaku UMKM makanan ringan di Kota Blitar mencari cara agar usaha tetap berjalan. Salah satu strategi yang kini banyak dipilih adalah mengurangi isi produk tanpa menaikkan harga jual.
Langkah ini dilakukan Bayu Prasetyo (39), produsen kerupuk matang asal Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Sannawetan. Ia memilih mempertahankan harga lama demi menjaga pelanggan, meski harus mengorbankan jumlah isi dalam setiap kemasan.
Menurut Bayu, kondisi pasar pasca Lebaran masih lesu. Kenaikan harga dinilai berisiko membuat pelanggan beralih atau berhenti membeli.
"Kalau harga dinaikkan, biasanya pelanggan langsung keberatan. Jadi solusinya isi yang disesuaikan," ujarnya, Senin (13/4/2026).
Penyesuaian itu terlihat pada produk yang ia jual. Kemasan Rp2.500 yang sebelumnya berisi 10 kerupuk kini menjadi 8 biji. Sementara kemasan Rp5.000 berkurang dari 20 menjadi 15 biji.
Di sisi lain, biaya produksi justru melonjak. Harga plastik kemasan naik signifikan, bahkan mencapai dua kali lipat. Minyak goreng curah juga ikut merangkak naik hingga kisaran Rp22.000 per kilogram.
Kondisi tersebut membuat keuntungan semakin menipis. Bayu mengaku, saat ini usahanya lebih difokuskan untuk bertahan, bukan lagi mengejar keuntungan besar.
"Sekarang yang penting masih bisa produksi dan karyawan tetap kerja," ungkapnya.
Tak hanya menekan isi produk, Bayu juga mengurangi volume produksi harian. Dari sebelumnya mampu menggoreng hingga 1,5 kuintal per hari, kini hanya sekitar separuhnya karena permintaan menurun.
"Yang penting usaha tidak sampai berhenti," pungkas Bayu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....