Cuaca Ekstrem Dominasi Bencana di Kabupaten Malang

  • 05 Mar 2026 13:37 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Kejadian bencana hidrometeorologi mendominasi wilayah Kabupaten Malang dalam beberapa hari terakhir. Tanah longsor dan angin kencang tercatat hampir terjadi setiap hari seiring perpanjangan peringatan dini cuaca ekstrem hingga 10 Maret 2026.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan sejak Jumat hingga Minggu lalu pihaknya telah menerima sejumlah laporan kejadian. Bahkan sejak sore hingga dini hari tadi, tercatat 12 penanganan akibat cuaca ekstrem di sejumlah kecamatan.

Wilayah yang dinilai paling rentan meliputi Pujon, Ngantang, Kasembon, Singosari, Lawang, Poncokusumo, Jabung, hingga Wajak. Meski demikian, ancaman hidrometeorologi disebut merata di seluruh wilayah Kabupaten Malang, baik barat, selatan, utara, maupun timur.

“Mulai dari Kasembon, Ngantang, Pujon, Lawang, Tajinan hingga Dampit, hampir setiap hari ada kejadian bencana atau musibah terkait tanah longsor, banjir, maupun angin kencang yang menyebabkan pohon tumbang dan kerusakan pemukiman,” ujarnya dalam Dialog Malang Menyapa, Kamis (5/2/2026).

Di wilayah Kasembon, pohon tumbang dilaporkan terjadi di sepanjang jalan provinsi arah Batu-Kediri. Satu unit rumah juga tertimpa pohon. Sementara di Lawang, pohon beringin tumbang menimpa tiga unit rumah. Pembersihan dilakukan pada pagi hari karena keterbatasan personel dan peralatan saat malam kejadian.

Di Tajinan, sedikitnya lima rumah terdampak angin kencang dengan kerusakan rata-rata pada bagian atap, meski masih tergolong ringan. Sedangkan di Singosari, tanah longsor terjadi pada siang hari dan berdampak pada satu rumah bagian dapur serta mengancam satu unit musholla. Untuk kejadian di Poncokusumo, longsor dilaporkan berdampak pada empat desa.

Sadono memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam rangkaian kejadian tadi malam. Namun sebelumnya, pada akhir pekan lalu, tiga pengendara motor sempat tertimpa pohon tumbang di wilayah Pakis akibat cuaca ekstrem.

Saat ini Pemerintah Kabupaten Malang menetapkan status darurat bencana sejak November hingga 31 Maret. BPBD mengaktifkan pos komando di Kepanjen serta empat pos lapangan di Ngantang, Singosari, Tumpang, dan Tirtoyudo. Masing-masing pos dijaga 12 personel selama 24 jam untuk mempercepat respons laporan dan penanganan darurat.

Terkait logistik, Sadono menyebut kondisinya relatif aman setelah mendapat tambahan dukungan dari BPBD Provinsi Jawa Timur. Unsur TNI, Polri, serta relawan juga telah masuk dalam struktur Sistem Komando Penanganan Darurat sehingga koordinasi lapangan berjalan sesuai prosedur.

BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat cuaca ekstrem. Warga diminta menunda aktivitas luar ruangan atau perjalanan ketika terjadi angin kencang dan hujan lebat. (Annisa)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....