Cuaca Ekstrem, BPBD Malang Imbau Warga Siaga

  • 26 Feb 2026 10:18 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem hingga tiga hari ke depan. Kondisi tersebut dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti hujan sedang hingga lebat, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, hingga hujan es.

Peringatan ini dikeluarkan menyusul rilis potensi cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Juanda tertanggal 20 Februari 2026. Beberapa daerah yang diprediksi terdampak antara lain Pacitan, Ponorogo, Kabupaten Malang, termasuk Kota Malang pada periode 21-28 Februari 2026.

“Kami sampaikan kepada seluruh pendengar dan masyarakat Kota Malang khususnya, memang perlu kewaspadaan. Ada potensi cuaca ekstrem di Jawa Timur pada 21 sampai 28 Februari,” ujar Kepala BPBD Kota Malang, Prayitno dalam program Halo RRI pada Rabu 25 Februari 2026.

Terkait mitigasi, BPBD mengimbau masyarakat rutin memperbarui informasi prakiraan cuaca harian, mengurangi aktivitas di luar rumah saat cuaca ekstrem, serta menyiapkan tas siaga bencana berisi obat-obatan, makanan dan minuman secukupnya, dokumen penting, pakaian, senter, dan peluit.

Mengantisipasi genangan dan potensi bencana, warga diminta membersihkan saluran air, memangkas dahan pohon yang rimbun, mencatat nomor darurat seperti ambulans, rumah sakit, dan BPBD.

“Kurangi aktivitas di luar ruangan ketika terjadi hujan deras, pastikan saluran drainase tidak tersumbat, dan meningkatkan kewaspadaan saat hujan turun. Termasuk bagi yang sedang berkendara, kurangi kecepatan saat hujan lebat dan jangan berteduh di bawah pohon besar maupun baliho yang rawan tumbang,” pesan Prayitno.

Khusus yang tinggal di area rawan bencana, ia meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat hujan turun dan terus memantau perkembangan informasi. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis juga sudah siaga.

“OPD telah melakukan mitigasi struktural berdasarkan data yang ada guna mengurai persoalan agar tidak terjadi bencana terulang di wilayah rawan bencana di Kota Malang,” imbuhnya. (Annisa)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....