Setahun Kepemimpinan Rusdi-Shobih, Jalan Mulus Sampai Sengketa Sekolah Tuntas
- 23 Feb 2026 16:40 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Pasuruan - Per 20 Pebruari 2026, Kepemimpinan Rusdi Sutejo dan Shobih Asrori sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pasuruan, genap satu tahun.
Selama setahun terakhir, beberapa perubahan dalam hal percepatan pembangunan sangat terlihat. Utamanya empat indikator utama, yakni pendidikan, kesehatan, infrastruktur sampai pelayanan publik.
Dimulai dari sektor pendidikan. Persoalan sengketa lahan SDN Jeladri yang berlangsung belasan tahun, bahkan lebih dari 13 tahun berhasil diselesaikan dalam waktu relatif singkat. Kini siswa-siswi di sana tak lagi merasakan belajar dalam kegelisahan. Begitu pula dengan guru dan wali murid juga merasakan lega dan tenang.
Selain itu, selama tahun 2025, Pemkab Pasuruan telah melaksanakan rehabilitasi sebanyak 277 SD dan SMP. Bahkan anggaran juga telah disiapkan hingga mencapai sekitar Rp 53 miliar.
Para lembaga penerima bantuan juga tak asal tunjuk saja. Melainkan dilakukan berbasis data dapodik untuk menghindari praktik subjektivitas.
Pada bidang kesehatan, Pemkab Pasuruan memastikan seluruh masyarakat di Kabupaten Pasuruan telah tercover Universal Health Coverage (UHC), sehingga tak ada lagi masyarakat yang tidak mendapatkan jaminan kesehatan saat mereka membutuhkannya.
Peningkatan sarana dan prasarana juga dilakukan, diantaranya penambahan ruang dan tempat tidur di RSUD Bangil serta RSUD Grati serta pengadaan alat-alat kesehatan yang canggih untuk memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal kepada pasien di Kabupaten Pasuruan.
Yang terbarukan, mulai tahun 2026, seluruh puskesmas induk di tiap kecamatan ditargetkan membuka layanan 24 jam. Tidak ada lagi puskesmas yang melayani hanya pukul 11 siang atau pukul 1 siang.
Di sektor infrastruktur, pemerintah daerah mencatat pembangunan dan perbaikan sepanjang 256 kilometer jalan selama 2025.
Sejumlah ruas yang puluhan tahun tak tersentuh akhirnya diperbaiki. Juga pemerataan penerangan jalan umum (PJU) yang dilakukan di sejumlah titik strategis seperti Bangil, Pandaan, Prigen, Gondang Wetan hingga koridor Duren Sewu–Prigen.
Pemerintah daerah juga mereformasi skema Bantuan Keuangan Desa. Kini, desa dapat mengajukan langsung melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD). Kebijakan ini menempatkan desa sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar objek.
Realisasi investasi Kabupaten Pasuruan pada 2025 melampaui target Rp 12,9 triliun. Hal ini dinilai menjadi indikator meningkatnya kepercayaan investor terhadap daerah.
Di sisi pelayanan publik, Bupati dan Wakil Bupati menangani langsung aduan masyarakat melalui media sosial pribadi. Langkah ini dimaksudkan untuk mempercepat respons sekaligus mendorong birokrasi yang lebih terbuka dan solutif.
Kolaborasi eksekutif dan legislatif juga berjalan harmonis tanpa tarik-menarik kepentingan politik. Seluruh pihak disebut fokus pada visi “Pasuruan Bangkit, Bersama Kita Bisa” agar tidak tertinggal dari daerah sekitar seperti Sidoarjo, Malang, dan Mojokerto.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sejumlah indikator kesejahteraan menunjukkan tren positif:
Persentase penduduk miskin turun dari 8,63 persen (2024) menjadi 8,21 persen (2025). Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menurun dari 5,02 persen menjadi 4,22 persen. Rasio Gini membaik dari 0,331 (2024) menjadi 0,309 (2025), melanjutkan tren penurunan dari 0,367 pada 2023. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 72,36 (2024) menjadi 73,02 (2025).
Penurunan kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan tersebut menunjukkan perbaikan kesejahteraan masyarakat secara simultan dan terukur.
Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menegaskan, capaian satu tahun ini merupakan wujud komitmen memenuhi janji kepada masyarakat.
“Memang tidak sempurna dan tidak mudah. Tapi jangan ragu, kami akan selalu ada di garis terdepan untuk urusan rakyat,” ujarnya, Senin (23/2/2026).
Ia mengakui adanya keterbatasan anggaran pada 2026.
Namun, pemerintah daerah memastikan empat indikator prioritas tidak akan terdampak signifikan.
“Kami mohon maaf apabila belum semua usulan pembangunan bisa direalisasikan. Namun pelayanan dasar masyarakat tetap menjadi prioritas,” katanya.
Dengan fondasi satu tahun pertama, Mas Rusdi–Gus Shobih optimistis percepatan pembangunan Kabupaten Pasuruan akan terus berlanjut menuju Pasuruan yang lebih maju, sejahtera, dan berkeadilan.
"Mohon doanya agar kami bisa semaksimal mungkin memberikan yang terbaik untuk seluruh masyarakat Kabupaten Pasuruan," harapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....