Jalur Selatan Trans Jatim Malang Raya Dimatangkan, Operasional Ditarget Oktober
- 16 Jun 2026 08:26 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Pengoperasian Koridor 2 Bus Trans Jatim di wilayah Malang Raya terus dimatangkan. Dinas Perhubungan Kabupaten Malang dan Dinas Perhubungan Jawa Timur menjadwalkan rapat koordinasi lanjutan.
Eko Margianto, Kadishub Kabupaten Malang menyebut rapat tersebut difokuskan pada penyelesaian aspek teknis operasional. Pembahasan mencakup penentuan ruas jalan, lokasi halte, serta jadwal layanan.
Koridor yang menghubungkan wilayah Malang Selatan dengan pusat Kota Malang kini memasuki tahap finalisasi. Jalur tersebut telah memiliki titik awal dan tujuan yang ditetapkan.
"Keputusan ada di tangan Dishub Jawa Timur. Kami bertugas mengajukan pilihan rute untuk koridor 2 ini. Yaitu, Hamid Rusdi-Kacuk Kebonagung-Talangagung, Hamid Rusdi-Sempalwadak-Talangagung dan Hamid Rusdi-Gondanglegi-Talangagung," ujar Eko kepada wartawan di DPRD Kabupaten Malang.
Rute layanan direncanakan berangkat dari Terminal Talangagung, Kepanjen. Perjalanan kemudian melewati Terminal Hamid Rusdi sebelum berakhir di Terminal Arjosari, Kota Malang.
Pemerintah menargetkan layanan mulai beroperasi pada Oktober 2026. Kehadiran koridor baru ini diharapkan memperluas jangkauan transportasi massal di Malang Raya.
Untuk mendukung operasional, Dinas Perhubungan Jawa Timur menyiapkan 15 unit bus. Sebanyak 14 unit akan digunakan sebagai armada reguler. Satu unit lainnya disiapkan sebagai armada cadangan.
Selain kesiapan armada, koordinasi lintas instansi juga terus dilakukan. Langkah tersebut diperlukan agar seluruh aspek teknis berjalan sesuai rencana.
Pembahasan dalam rapat lanjutan juga mencakup penyesuaian kebutuhan di lapangan. Setiap titik pemberhentian akan disesuaikan dengan kondisi lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan.
Sementara itu, rencana pengembangan koridor menuju wilayah timur Kabupaten Malang masih berada dalam tahap perencanaan. Hingga kini belum ada keputusan mengenai jalur maupun waktu pelaksanaannya.
Wilayah yang masuk dalam kajian antara lain kawasan Tumpang dan sekitarnya. Pemerintah masih melakukan penelaahan terhadap kebutuhan layanan serta kesiapan infrastruktur pendukung.
Meski belum menjadi prioritas operasional, konektivitas ke kawasan timur tetap masuk dalam arah pengembangan jangka panjang. Jalur tersebut dinilai berpotensi melengkapi integrasi transportasi antarkawasan di Malang Raya.
Pengembangan Koridor 2 Trans Jatim diharapkan dapat mempermudah mobilitas masyarakat. Layanan ini juga diharapkan memperkuat akses dari wilayah kabupaten menuju pusat kegiatan ekonomi, pendidikan, dan layanan publik di Kota Malang.
Pemerintah selanjutnya menunggu hasil pembahasan teknis untuk memastikan seluruh persiapan dapat diselesaikan sebelum target operasional diberlakukan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....