Kilang Mini LNG Pertama di Jawa Resmi Beroperasi
- 12 Feb 2026 13:09 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Pasuruan - Kilang mini Liquefied Natural Gas (LNG) pertama di Pulau Jawa, resmi beroperasi.
Lokasinya ada di di Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan dan diresmikan oleh Wakil Menteri ESDM, Yuliot, Rabu (12/2/2026).
Pantauan di lokasi, peresmian tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Wamen ESDM dan prosesi pemotongan pita di area kilang.
Menurut Wamen, fasilitas strategis ini menggandeng Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) sebagai pemasok tunggal gas bumi yang bersumber dari Lapangan BD Wilayah Kerja Madura Strait.
Sinergi antara hulu dan hilir ini menandai babak baru dalam pemanfaatan gas domestik untuk memenuhi kebutuhan energi bersih bagi masyarakat dan pelaku industri. Melalui skema ini, gas yang dihasilkan tidak hanya mengandalkan jaringan pipa konvensional, tapi juga diolah menjadi bentuk cair untuk menjangkau wilayah yang lebih luas.
“Gas yang dihasilkan dari Lapangan BD Wilayah Kerja Madura Strait dialirkan dan dilakukan pengolahan di kilang mini ini untuk dimanfaatkan bagi berbagai kegiatan,” katanya.
Dijelaskan Wamen, langkah HCML dalam menyediakan pasokan gas secara berkelanjutan menjadi kunci utama dalam upaya pemerintah mengurangi ketergantungan pada impor elpiji yang selama ini menguras devisa negara. Produksi dari sektor hulu tersebut langsung diserap untuk diolah menjadi energi yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan bagi konsumen lokal.
Implementasi teknologi mutakhir dalam proyek ini juga diprediksi akan menjadi standar baru bagi pengembangan industri migas skala kecil di wilayah lain di Indonesia. Efisiensi yang tercipta dari kolaborasi ini diharapkan mampu menekan beban subsidi energi pemerintah yang nilainya mencapai puluhan triliun rupiah setiap tahun.
“Kami harapkan kilang mini ini bisa mensubstitusi konsumsi LPG dan ujungnya terjadi efisiensi anggaran negara,” tambah Yuliot saat prosesi peresmian.
Diketahui, HCML sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dan SKK Migas terus berkomitmen menjaga stabilitas produksi gas demi menopang ketahanan energi nasional.
Direktur Liquid Gas Nusantara, Wira Rahardja menjelaskan, kerja sama ini membuktikan bahwa potensi gas alam di Selat Madura memiliki peran krusial dalam mendukung industri hilir yang lebih modern.
Terlebih, pihak pengelola kilang mengapresiasi dukungan regulasi dan jaminan pasokan bahan baku yang memungkinkan proyek ini terealisasi tepat waktu di wilayah Kabupaten Pasuruan.
"Dukungan dari sektor hulu memastikan bahwa rantai pasok energi tetap stabil, sehingga mampu melayani sektor industri kecil, perhotelan, jasa, hingga kebutuhan rumah tangga," jelasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....