DLH Catat Lonjakan Sampah Harlah NU
- 09 Feb 2026 21:48 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang mencatat timbulan sampah sekitar 70 ton selama pelaksanaan Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama di kawasan Stadion Gajayana, Minggu (8/2/2026). Tambahan sampah tersebut seluruhnya terjadi pada hari puncak kegiatan.
Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Matondang, mengatakan secara umum kondisi persampahan Kota Malang masih terkendali. Namun, lonjakan terjadi khusus saat pelaksanaan acara berskala besar tersebut. “Khusus waktu acara Harlah, itu sekitar 70 ton sampah,” ujarnya, Senin, 9 Februari 2026.
Ia menjelaskan, jenis sampah yang paling banyak ditemukan berasal dari aktivitas jemaah, terutama sampah plastik sekali pakai. “Kebanyakan sampah plastik mengandung aluminium foil, bekas makanan, plastik foam, dan kertas nasi bungkus,” kata Gamaliel.
Menurutnya, sampah yang mengandung aluminium foil diperlakukan secara khusus karena termasuk limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). “Kami pisahkan di TPA karena termasuk limbah B3,” jelasnya.
Gamaliel menyebutkan, rata-rata sampah harian yang masuk ke TPA Supit Urang berkisar 540–600 ton, sementara pada hari Minggu normalnya sekitar 250 ton. Dengan tambahan dari Harlah NU, volume sampah pada Minggu kemarin meningkat menjadi sekitar 310 ton.
Sementara itu, pada Sabtu (7/2/2026), peningkatan sampah tidak terlalu signifikan. “Hari Sabtu hanya naik sekitar 520 ton, jadi tidak terlalu terasa,” ungkapnya.
Untuk menangani kebersihan selama acara, DLH Kota Malang mengerahkan 500 petugas kebersihan, dengan total 1.194 tenaga DLH disiagakan tanpa libur sesuai arahan Wali Kota Malang. Pembersihan dilakukan dengan sistem lima shift hingga seluruh area stadion, jalan utama, titik transit, dan dapur umum bersih.
“Alhamdulillah aman dan bisa terselesaikan. Kami juga dibantu kelompok masyarakat, pemuda, PMI, kader lingkungan, dan institusi pendidikan,” pungkas Gamaliel.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....