Malang Siap Sambut Mujahadah Kubro 100 Tahun NU

  • 07 Feb 2026 10:43 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Kota Malang bersiap menjadi tuan rumah salah satu agenda keagamaan terbesar di Jawa Timur. Mujahadah Kubro dalam rangka Harlah 100 Tahun Nahdlatul Ulama (NU) diperkirakan akan dihadiri puluhan hingga ratusan ribu jemaah dari berbagai daerah, sehingga membutuhkan persiapan matang dari sisi teknis, keamanan, hingga kenyamanan jemaah.

Hal tersebut mengemuka dalam dialog siaran RRI Malang Menyapa dengan tema “Kolaborasi Untuk Sukseskan Mujahadah Kubro Harlah 100 Tahun NU” dengan narasumber Achmad Dega Aunal Jaka selaku Koordinator LO Mujahadah Kubro Harlah 100 Tahun NU serta Ketua PC IPNU Kota Malang, Drs. Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, M.AP selaku Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang dan Priyo Sudibyo, SE, S.Sos, MM selaku Direktur Utama Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang. Pelaksanaan Mujahadah Kubro Harlah 100 Tahun NU akan digelar di Stadion Gajayana, Kota Malang, pada 7–8 Februari 2026. Panitia memperkirakan sekitar 100 ribu jemaah akan memadati kawasan stadion dan sekitarnya untuk mengikuti rangkaian doa dan mujahadah.

Karena keterbatasan daya tampung, panitia membatasi jumlah jemaah yang dapat masuk ke dalam Stadion Gajayana sebanyak 30 ribu orang, terdiri dari 20 ribu di tribun dan 10 ribu di area lapangan. “Untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan, akses masuk stadion menggunakan kupon khusus yang sudah dibagikan melalui PC NU masing-masing daerah,” ujar Achmad Dega dalam dialog tersebut.

Bagi jemaah yang tidak tertampung di dalam stadion, panitia menyiapkan sejumlah videotron di area sekitar, seperti Jalan Semeru, Jalan Tenes, hingga area parkir stadion. Dengan fasilitas ini, jemaah tetap dapat mengikuti rangkaian mujahadah secara khusyuk tanpa harus berdesakan di satu titik.

Dari sisi pengamanan, panitia menyiagakan sekitar 2.400 personel gabungan yang terdiri dari Banser, Satpol PP, TNI, Polri, hingga Kokam Muhammadiyah. Pengamanan dibagi dalam beberapa ring untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib. “Ini adalah bentuk kolaborasi lintas organisasi demi kelancaran acara keagamaan bersama,” jelas Achmad Dega.

Mujahadah Kubro ini diharapkan tidak hanya menjadi peringatan satu abad NU, tetapi juga momentum persatuan umat. “Kami berharap seluruh jemaah dapat mengikuti acara dengan tertib, menjaga kesehatan, dan menjadikan mujahadah ini sebagai ikhtiar spiritual bersama,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....