Pengurus Ranting NU Kota Probolinggo Dikukuhkan

  • 02 Feb 2026 19:55 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Probolinggo - Suasana khidmat sekaligus penuh semangat mewarnai Puncak Peringatan Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Pondok Pesantren An-Nur Sumber Taman, Minggu (1/2/2026). Dalam momentum bersejarah tersebut, sebanyak 400 pengurus NU masa bhakti 2025–2030 resmi dikukuhkan.

Pengurus yang dikukuhkan terdiri dari 29 ranting dan 37 anak ranting se-Kota Probolinggo. Prosesi pengukuhan disaksikan langsung Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, jajaran Forkopimda, Penjabat Sekda Rey Suwigtyo, staf ahli, asisten, kepala perangkat daerah, camat, lurah, serta tokoh masyarakat.

Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas peringatan 1 Abad NU yang dinilainya sebagai tonggak penting perjalanan organisasi keagamaan terbesar di Indonesia.

“Selamat kepada seluruh pengurus ranting dan anak ranting NU yang hari ini dikukuhkan. Satu abad NU bukan sekadar usia, tetapi bukti keteguhan dalam menjaga Islam Ahlussunnah wal Jamaah, menjaga NKRI, serta berkontribusi nyata dalam pembangunan,” ujarnya.

Menurutnya, NU merupakan organisasi besar dan kuat, termasuk di Kota Probolinggo yang mayoritas masyarakatnya merupakan bagian dari keluarga besar NU. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah dan NU menjadi sebuah keniscayaan.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan dukungan jaringan sosial dan keagamaan yang kuat seperti NU, mulai dari tingkat kota hingga ranting dan anak ranting,” tegasnya.

Dokter Amin juga menekankan pentingnya kolaborasi ulama, umara, dan masyarakat dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia sekaligus mendorong percepatan pembangunan daerah. Ia menyebut berbagai program Pemerintah Kota Probolinggo sejalan dengan nilai dan semangat perjuangan NU.

Program tersebut meliputi penataan kawasan strategis kota, revitalisasi alun-alun, pembangunan infrastruktur utama, serta penguatan ekonomi kerakyatan melalui koperasi. Pemerintah juga mendukung program nasional, seperti pendataan sosial ekonomi untuk memastikan kebijakan tepat sasaran.

Selain pembangunan fisik, Pemkot Probolinggo juga berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang inklusif, termasuk dukungan terhadap pondok pesantren.

“Seluruh program pembangunan ini diperuntukkan bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali. Tidak ada yang ditinggalkan,” imbuhnya.

Dalam aspek sosial, Wali Kota mengingatkan bahwa tantangan pembangunan tidak hanya persoalan infrastruktur, tetapi juga perubahan perilaku dan budaya masyarakat, seperti menjaga kebersihan, membangun etos kerja, serta membiasakan hidup sesuai nilai-nilai Islam.

Melalui momentum Harlah 1 Abad NU, ia mengajak seluruh elemen NU untuk bersama-sama menyukseskan program “Kota Saleh” guna memperkuat nilai religiusitas dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah.

“Mari kita jadikan Kota Probolinggo sebagai kota yang religius, maju, dan sejahtera. Dengan kebersamaan ulama, umara, dan masyarakat, saya yakin kita mampu menurunkan angka kemiskinan dan mempercepat pembangunan,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....