Pemkot Probolinggo Siapkan Revitalisasi Lima Pasar Tradisional

  • 16 Jul 2026 22:05 WIB
  •  Malang

RRI. CO. ID, Probolinggo – Pemerintah Kota Probolinggo memperkuat sinergi dengan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kota Probolinggo untuk mendorong revitalisasi pasar tradisional dan memperkuat ekonomi kerakyatan.

Komitmen tersebut mengemuka saat Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, menerima audiensi pengurus DPD APPSI Kota Probolinggo di ruang transit Kantor Wali Kota.

Dalam pertemuan itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan (DKUMP) Kota Probolinggo, Agus Efendi, memaparkan rencana revitalisasi lima pasar tradisional yang akan dilakukan secara bertahap. Salah satu prioritas utama adalah pembenahan Pasar Baru hingga tahun 2027.

Agus menjelaskan, program revitalisasi meliputi perbaikan saluran air, penggantian talang yang bocor, penataan lantai, serta peningkatan sistem penerangan. Selain itu, pengelola pasar bersama pedagang juga akan menggiatkan kerja bakti rutin untuk menjaga kebersihan lingkungan pasar.

"Program ini mencakup perbaikan saluran air, penggantian talang yang bocor, penataan lantai, serta peningkatan sistem penerangan agar pasar menjadi lebih bersih, nyaman, dan terang," ujar Agus Efendi, Kamis (16/7/2026)

Sementara itu, Ketua DPD APPSI Kota Probolinggo, M. Izzul Islam, mengatakan audiensi tersebut bertujuan memperkuat kolaborasi antara pedagang dan pemerintah daerah dalam mendukung penguatan ekonomi rakyat, ketahanan pangan, serta pengendalian inflasi.

"APPSI ingin menjadi jembatan strategis dalam meningkatkan kesejahteraan pedagang melalui kolaborasi kebijakan yang nyata," kata Izzul.

Menanggapi berbagai aspirasi yang disampaikan pengurus APPSI, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mengembangkan pasar tradisional agar lebih bersih, nyaman, modern, dan memiliki daya saing.

Menurutnya, pengelolaan pasar perlu diperkuat melalui kolaborasi dengan para koordinator pasar, sekaligus mendorong pemanfaatan kios yang belum optimal sebagai pusat kuliner maupun destinasi wisata belanja. Pemerintah juga akan mendukung digitalisasi pemasaran melalui marketplace dan penguatan koperasi agar pelaku UMKM lebih mudah memperoleh akses pembiayaan.

"Pasar tradisional harus mampu bertransformasi menjadi tempat yang bersih, nyaman, modern, dan berdaya saing. Kita juga perlu mendorong digitalisasi melalui marketplace serta mengoptimalkan koperasi agar para pelaku UMKM lebih mudah mengakses pembiayaan," tegas Aminuddin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....