Gatotkaca-Werkudara Turun Jalan, Polisi Kampanyekan Tertib Lalu-Lintas

  • 02 Feb 2026 12:07 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Blitar -  Suasana berbeda terlihat pada hari pertama pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2026 di Kota Blitar, Senin (2/2/2026).

Satlantas Polres Blitar Kota menghadirkan tokoh pewayangan Gatotkaca dan Werkudara untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya tertib berlalu lintas.

Kegiatan sosialisasi berlangsung di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di perempatan Lovi. Sejumlah anggota polisi tampak mengenakan kostum tokoh wayang sambil menyapa dan memberikan imbauan kepada para pengguna jalan, mulai pengendara sepeda motor, sopir angkutan umum, bus pariwisata hingga kendaraan travel.

Kasatlantas Polres Blitar Kota AKP Agus Prayitno mengatakan, Operasi Keselamatan Semeru digelar selama 2–15 Februari 2026 dengan mengedepankan upaya preemtif dan preventif. Pendekatan budaya dipilih agar pesan keselamatan lebih mudah diterima masyarakat.

"Hari ini kami lakukan sosialisasi kepada pengguna jalan dengan menghadirkan tokoh Gatotkaca dan Werkudara. Ini bukan sekadar kostum, tapi ada makna filosofi yang ingin kami sampaikan," ujar AKP Agus, Senin (2/2/2026.

Ia menjelaskan, Gatotkaca yang dikenal dengan julukan otot kawat tulang besi melambangkan kekuatan. Namun, pesan yang ingin disampaikan adalah bahwa sekuat apa pun manusia tetap tidak akan mampu melawan fatalnya dampak kecelakaan lalu lintas.

Sementara itu, Werkudara digambarkan sebagai sosok pelindung, selaras dengan peran polisi lalu lintas yang hadir untuk melindungi, melayani, dan mengayomi masyarakat.

Pendekatan bernuansa budaya Mataraman ini juga menjadi bagian dari evaluasi pelaksanaan Operasi Keselamatan tahun 2025. Saat itu tercatat tiga kasus kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan korban meninggal dunia di wilayah hukum Polres Blitar Kota. Melalui cara yang lebih humanis, kepolisian berharap kesadaran masyarakat meningkat sehingga angka kecelakaan dapat ditekan.

"Pengendara yang tidak mengenakan helm diberikan helm gratis oleh petugas. Sementara pengguna jalan yang sudah tertib berlalu lintas mendapat reward berupa cokelat," kata dia.

Selain sosialisasi, petugas juga melakukan pemeriksaan kelayakan kendaraan dan menyoroti persoalan trayek angkutan. Bus pariwisata, angkutan umum, serta kendaraan travel menjadi fokus pengecekan guna memastikan seluruh armada memenuhi standar keselamatan.

Melalui kombinasi pendekatan budaya dan penegakan aturan, Operasi Keselamatan Semeru 2026 diharapkan mampu meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas serta menekan risiko kecelakaan di jalan raya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....