Pemkot Probolinggo Dorong Pertanian Modern
- 26 Jan 2026 16:17 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Probolinggo – Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) terus memperkuat sektor pertanian menuju sistem yang lebih modern dan produktif.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Budidaya Cabai Rawit Sistem Tumpangsari serta penyerahan simbolis bantuan traktor roda empat kepada enam kelompok tani, yang digelar di Aula Kantor DKPPP Kota Probolinggo, Senin (26/1/2026) pagi.
Walikota Probolinggo dr. Aminuddin menyampaikan optimismenya terhadap perhatian pemerintah kepada para petani, khususnya di tahun 2026. Menurutnya, dukungan berupa alat dan mesin pertanian (alsintan) menjadi langkah penting untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.
“Ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi petani. Selama ini perhatian terhadap bantuan alsintan masih dirasakan kurang, dan sekarang mulai diperbaiki. Banyak program dari pemerintah pusat yang bisa kita manfaatkan untuk meningkatkan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan di Kota Probolinggo,” ujarnya.
Walikota juga menyinggung visi pembangunan pertanian ke depan, salah satunya menjadikan Kota Probolinggo sebagai sentra produksi komoditas tertentu, termasuk pengembangan peternakan burung puyuh hingga tahun 2029.
Sementara itu, Kepala DKPPP Kota Probolinggo Fitriwati menjelaskan, pelatihan budidaya cabai rawit kali ini menerapkan sistem tumpangsari antara cabai dan jagung yang dipadukan dengan teknologi irigasi tetes.
“Teknologi irigasi tetes ini menjadi hal baru bagi petani. Diharapkan mampu meningkatkan efisiensi penggunaan air dan nutrisi tanaman sehingga hasil produksi lebih optimal,” jelasnya.
Fitriwati menambahkan, cabai merupakan salah satu komoditas strategis yang kerap memengaruhi inflasi. Oleh karena itu, peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan cabai di pasaran sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Selain pelatihan, DKPPP juga menyerahkan bantuan alsintan berupa traktor roda empat kepada enam kelompok tani. Bantuan ini bertujuan mempercepat proses olah tanah, meningkatkan indeks pertanaman, serta menekan biaya produksi.
“Nilai traktor ini cukup mahal dan hanya enam kelompok tani yang menerima. Karena itu, kami menyiapkan perjanjian dan pakta integritas agar pemanfaatannya optimal dan bertanggung jawab,” tegas Fitriwati.
Sebagai rangkaian kegiatan, penyedia traktor memberikan pelatihan teknis operasional kepada petani yang dilanjutkan dengan praktik langsung di area belakang Kantor DKPPP.
Pelatihan budidaya cabai rawit diikuti oleh 20 petani yang juga menerima bantuan stimulan berupa bibit cabai dan pupuk non-subsidi. Salah satu penerima bantuan, Achmad, mengaku bersyukur atas dukungan yang diberikan Pemkot Probolinggo.
“Bantuan traktor ini sangat membantu mempercepat olah lahan. Harapannya, hasil pertanian meningkat dan kesejahteraan petani semakin baik,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....