KA Pandalungan dan KA Blambangan Ekspres Kembali Beroperasi

  • 19 Jan 2026 11:32 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Probolinggo - Setelah sempat mengalami gangguan operasional akibat banjir di wilayah Daop 4 Semarang, dua kereta tujuan daop 9 Jember kembali beroperasi, Senin (19/1/2026).

Dua kereta api itu yakni KA Blambangan Ekspres dan KA Pendalungan. Sesuai jadwal, dua KA ini diberangkatkan melalui jalur pantura.

Hal ini menjadi kabar penting bagi masyarakat mengingat pada hari sebelumnya, Minggu (18/1/2026), perjalanan KA Blambangan Ekspres sempat dibatalkan demi keamanan dan keselamatan akibat tingginya genangan air di jalur kereta api wilayah Semarang.

Sedangkan untuk KA Pandalungan (Jember – Gambir PP) yang sebelumnya sempat mengalami perubahan pola operasi, kini juga sudah dapat melintasi jalur utara secara normal.

Meski demikian, demi alasan keselamatan, perjalanan di beberapa titik terdampak masih diberlakukan pembatasan kecepatan.

Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menjelaskan bahwa pemulihan jalur ini dilakukan secara bertahap setelah tim prasarana bekerja ekstra keras di lapangan.

"Kami juga menginformasikan bahwa jalur hilir dan hulu di wilayah terdampak banjir kini sudah dapat dilalui dengan kecepatan terbatas setelah tim prasarana KAI melakukan penguatan pada tubuh ban jalan rel dan memastikan sistem persinyalan berfungsi baik," ujar Cahyo.

Cahyo menambahkan upaya normalisasi penuh masih terus berlangsung di titik-titik tersebut agar kecepatan kereta api bisa segera kembali ke batas maksimal.

"Tim prasarana juga terus berusaha untuk menormalisasi jalur agar semua KA segera bisa berjalan normal kembali sesuai kecepatan yang diizinkan, sehingga ketepatan waktu perjalanan dapat kembali terjaga," imbuhnya.

Dalam upaya pemulihan ini, KAI menjalankan langkah-langkah secara bertahap dan terpadu.

Hal ini mencakup perbaikan prasarana di lokasi terdampak, rekayasa pola operasi perjalanan, penyiapan sarana dan rangkaian cadangan, hingga keputusan pembatalan perjalanan pada kondisi tertentu yang mutlak dilakukan demi keselamatan jiwa.

Sebagai bagian dari penanganan jangka pendek, KAI terus menyiagakan personel di titik-titik rawan. Namun, selain itu, KAI juga memperkuat langkah preventif jangka panjang melalui koordinasi lintas pihak dengan pemerintah daerah, instansi teknis, dan para pemangku kepentingan terkait.

Sinergi ini bertujuan agar prasarana perkeretaapian semakin kokoh dan siap menghadapi tantangan cuaca ekstrem di masa mendatang.

KAI menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat gangguan operasional tersebut.

KAI memastikan setiap kebijakan operasional yang diambil, baik itu rekayasa jalur maupun pembatalan perjalanan, dilakukan berdasarkan evaluasi teknis menyeluruh dan kondisi riil di lapangan demi menjamin keselamatan tertinggi bagi penumpang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....