Ketua Majelis Pusat GPdI Paparkan Makna Kenaikan Yesus

  • 27 Mei 2025 14:00 WIB
  •  Malang

KBRN, Malang : Perayaan Kenaikan Yesus Kristus yang dirayakan umat Kristen setiap tahun bukan sekadar mengenang Yesus terangkat ke surga. Tetapi mengandung makna teologis yang dalam dan menyentuh inti iman Kristen.

Salah satu Ketua Majelis Pusat Sinode Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI), Pdt. Dr. Adi Sujaka, S.Th., M.Th., menegaskan bahwa peristiwa kenaikan Kristus adalah puncak dari karya penyelamatan sekaligus awal dari tanggung jawab besar gereja untuk memberitakan Injil kepada dunia.

“Dalam iman Kristen, kenaikan Yesus adalah bukti bahwa Dia bukan hanya Juru Selamat, tetapi juga Raja atas seluruh alam semesta,” kata Adi kepada RRI Malang, Selasa (27/5/2025).

“Para rasul mencatat bahwa Yesus duduk di sebelah kanan Allah. Artinya, segala kuasa di langit dan bumi kini tunduk kepada-Nya,” tandas pria yang juga Ketua Sekolah Teologi Alkitab Batu (STAB) itu.

Lebih dari itu, Yesus yang naik ke surga juga disebut sebagai Imam Besar dan pengantara bagi umat-Nya. Adi menjelaskan bahwa Yesus tidak meninggalkan umat-Nya begitu saja. Tetapi justru kini hadir sebagai perantara yang hidup dan mengerti penderitaan manusia.

“Dia naik dengan kemanusiaan kebangkitan-Nya. Ia pernah hidup sebagai manusia, menderita, dan mengalami pergumulan. Karena itu, ketika kita berdoa, doa kita sampai kepada Allah melalui Dia yang memahami kita sepenuhnya,” jelasnya.

Kenaikan Yesus juga menjadi dasar pengharapan kekal umat Kristen. Janji Yesus untuk “pergi menyediakan tempat” menjadi jaminan bahwa kelak orang percaya akan bersama-Nya di surga.

“Dia adalah perintis, pembuka jalan bagi umat-Nya. Kenaikan-Nya menunjukkan bahwa surga adalah tujuan akhir bagi orang percaya,” ujar Gembala GPdI Dinoyo Malang itu.

Selain menjadi penghiburan, kenaikan Yesus juga menjadi titik awal pergerakan gereja dalam menjalankan misi penyelamatan. Menurut Adi, karya penyelamatan Yesus secara historis selesai di kayu salib, digenapi dengan kebangkitan dan kenaikan-Nya. Setelah itu, misi diteruskan oleh gereja.

“Tugas gereja adalah melanjutkan misi Kristus—memberitakan Injil ke seluruh dunia. Tapi Yesus tidak membiarkan gereja berjalan sendiri. Ia mengutus Roh Kudus untuk memampukan kita menjalankan misi itu,” katanya.

Adi menegaskan bahwa makna kenaikan Kristus tidak bisa dipisahkan dari pengutusan Roh Kudus dan panggilan gereja untuk menjadi terang dan garam bagi dunia.

“Kenaikan Yesus bukan akhir cerita. Justru di sanalah panggilan gereja dimulai,” tutupnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....