Begini Bahaya Riya' Dan Sum'ah
- 16 Nov 2024 09:03 WIB
- Malang
KBRN, Malang : Ikhlas atau tulus dalam beramal adalah salah satu aspek terpenting dari ibadah. Namun, sering kali manusia tergoda oleh ria’ dan sum’ah, seperti yang dilkatakan ustadz Dedi N Abdullah tillu, M.Pdl, diacara Cahyaning Ati Pro 4 RRI Malang, Sabtu (16/11/24) pagi.
“Ikhlas atau tulus dalam beramal adalah salah satu aspek terpenting dari ibadah. Namun, sering kali manusia tergoda oleh ria’ dan sum’ah Kedua sikap ini bisa merusak nilai ibadah dan menjauhkan seseorang dari ridha Allah SWT.” Katanya.
“Ria’ adalah melakukan suatu amal ibadah dengan tujuan ingin dilihat oleh orang lain agar mendapat pujian, misalnya seseorang memperlihatkan salatnya dengan sangat khusyuk di depan orang banyak agar dianggap sebagai orang yang taat beragama. Sum’ah adalah melakukan amal ibadah atau kebaikan dengan tujuan ingin didengar atau dikenal orang lain, misalnya membaca al-qur’an di fasih – fasihkan saaf membacanya di masjid dengan menggunakan pengeras suara agar didengar orang bagus dan mendapat pujian dari orang yang membacanya.” Lanjutnya.
Ustadz Dedi menjelaskan bahayanya perbuatan riya’ dan sum’ah, memberikan penjelasan pula akibat dari kedua sifat ini dan memberikan beberapa cara untuk menhindarkan kita dari kedua sefat ini.
“Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 264 yang artinya : Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu merusak sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), seperti orang yang menginfakkan hartanya karena ria (pamer) kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari akhir. Perumpamaannya (orang itu) seperti batu yang licin yang di atasnya ada debu, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, maka tinggallah batu itu licin lagi. Mereka tidak memperoleh sesuatu apa pun dari apa yang mereka kerjakan. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir. Rasulullah SAW bersabda : Seluruh amal perbuatan tergantung pada niat. Setiap orang memperoleh apa yang ia niatkan. Siapa saja yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa saja yang hijrahnya karena dunia yang akan diperoleh atau wanita yang akan dinikahinya, maka hijrahnya hanya memperoleh apa yang diniatkan." (HR. Bukhari dan Muslim). Akibat riya’ dan sum’ah yang pertama, kehilangan Pahala. Amal ibadah yang dilakukan dengan niat ria atau sumah akan kehilangan nilai pahalanya di sisi Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya yang paling aku takutkan atas kalian adalah syirik kecil.” Para sahabat bertanya, “Apa itu syirik kecil, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Ria.” (HR. Ahmad). Kedua, merusak Keikhlasan. Riya’ dan sum’ah merusak keikhlasan seseorang dalam beribadah. Ibadah yang seharusnya murni untuk mencari ridha Allah SWT menjadi tercemar oleh keinginan mendapatkan pujian atau pengakuan dari manusia. Ketiga Menimbulkan Kesombongan, orang yang sering berbuat ria dan sumah cenderung menjadi sombong. Mereka merasa lebih baik dari orang lain karena amal ibadah yang mereka tunjukkan, padahal niat mereka sudah tercemar. Bagaimana cara menhindarkan kita dari kedua sifat ini ? pertama Memperkuat Niat, selalu memperbarui niat sebelum melakukan ibadah dan memastikan bahwa ibadah tersebut dilakukan semata-mata karena Allah SWT. Memperkuat niat bisa dilakukan dengan banyak berzikir dan berdoa. Kedua Menjaga Amal Ibadah. Berusaha menjaga amal ibadah dari pandangan dan pendengaran orang lain. Misalnya, melakukan sedekah secara diam-diam atau beribadah di tempat yang tidak terlalu terlihat. Ketiga, menjauhi Pujian dan Pengakuan, menghindari pujian dan pengakuan dari orang lain dengan tidak menceritakan amal ibadah yang telah dilakukan. Jika menerima pujian, kembalikan pujian tersebut kepada Allah SWT dengan mengucapkan, “Alhamdulillah.” Jelasnya.
Dalam penutupnya beliau kembali mengingatkan kita untuk selalu instrupeksi diri masing, apakah disela –sela ibadah kita adakah riya, jika ada maka cepatlah bertobat sasuha kepada dan selalu meminta perlindungan Allah SWT.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....