Rahmat Allah, Anugerah Umat di Bulan Ramadhan

  • 11 Mar 2026 15:58 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Rahmat Allah merupakan anugerah yang selalu diharapkan oleh setiap umat manusia, terutama dalam menjalani bulan suci Ramadhan. Hal ini disampaikan Ustaz Khafidz Murtaji dalam program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Malang, Rabu (11/3/2026).

Ustaz Khafidz menjelaskan, dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah disebutkan bahwa bulan Ramadhan memiliki tiga fase utama. Sepuluh hari pertama dipenuhi dengan rahmat Allah, sepuluh hari kedua merupakan masa ampunan atau maghfirah, dan sepuluh hari terakhir menjadi masa pembebasan dari api neraka.

"Rahmat Allah tentu saja tidak hanya dibutuhkan pada sepuluh hari pertama Ramadhan saja, melainkan sepanjang bulan suci hingga akhir, bahkan sepanjang kehidupan manusia," ujarnya.

Ia menambahkan, dalam lafaz Bismillahirrahmanirrahim terdapat makna bahwa manusia hidup dengan selalu mengharap kasih sayang Allah. Tentu saja itu diharapkan baik ketika menjalani kehidupan di dunia maupun kelak di akhirat.

Ustaz Khafidz juga menyampaikan sebuah kisah yang diriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudri tentang dialog antara surga dan neraka. Dalam kisah tersebut, neraka menyebutkan bahwa tempatnya akan dihuni oleh orang-orang yang bersikap sombong, kejam, dan hanya mengandalkan ego serta kedudukan yang dimiliki di dunia.

"Sementara surga menyebutkan bahwa tempatnya akan diisi oleh orang-orang yang lemah dan miskin. Allah kemudian menegaskan bahwa surga merupakan rahmat-Nya, sehingga siapa pun yang mendapatkan rahmat tersebut akan ditempatkan di dalamnya. Sedangkan neraka merupakan bentuk siksa-Nya yang akan ditempati oleh mereka yang pantas menerimanya," katanya.

Dalam kesempatan itu, Ustaz Khafidz juga mengisahkan pengalaman Nabi Muhammad ketika berdakwah di Thaif. Kisah tersebut diriwayatkan oleh Aisyah, yang pernah bertanya kepada Nabi apakah ada hari yang lebih menyakitkan dibandingkan Perang Uhud.

Nabi menjawab bahwa pengalaman yang lebih berat adalah ketika beliau berdakwah kepada Bani Abd Yalil di Thaif. Dakwah tersebut ditolak, bahkan Nabi dan sahabatnya Zaid bin Haritsah dilempari batu oleh penduduk hingga mengalami luka.

Saat itu malaikat Jibril datang bersama malaikat penjaga gunung yang siap menjatuhkan dua gunung untuk menghancurkan penduduk Thaif jika Nabi menghendakinya. Namun Nabi Muhammad menolak hal tersebut dan justru berharap agar kelak dari keturunan mereka lahir orang-orang yang menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya.

"Harapan tersebut akhirnya terwujud, karena beberapa tahun kemudian masyarakat Thaif banyak yang menerima Islam. Itu juga merupakan rahmat Allah untuk mereka," katanya.

Menutup tausiyahnya, Ustaz Khafidz Murtaji mengajak umat Islam untuk memanfaatkan sepuluh hari terakhir Ramadhan sebagai momentum memperbanyak ibadah, melakukan introspeksi diri, serta meningkatkan kualitas iman dan amal.

"Orang yang cerdas adalah mereka yang senantiasa mengevaluasi diri terhadap iman dan amal yang telah dilakukan, sehingga Ramadhan benar-benar menjadi sarana untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....