Berbuka Sederhana, Tubuh Tetap Terjaga

  • 23 Feb 2026 13:38 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Saat bulan Ramadan, umat Islam menahan lapar dan dahaga selama lebih dari 13 jam setiap harinya. Ketika waktu berbuka puasa tiba, banyak orang merasa sangat lapar hingga tergoda untuk makan dalam jumlah banyak sekaligus. Namun, kebiasaan “balas dendam” tersebut justru tidak dianjurkan oleh para ahli kesehatan karena dikhawatirkan akan berdampak buruk bagi tubuh.

Makan berlebihan saat berbuka puasa dapat menyebabkan tubuh cepat merasa lemas dan mengantuk. Hal ini terjadi ketika porsi makanan yang tinggi terutama karbohidrat sederhana masuk sekaligus, sehingga kadar gula darah cepat naik dan kemudian turun drastis, memicu rasa kantuk tak lama setelah makan.

Selain itu, mengonsumsi makanan dalam jumlah besar dalam satu waktu juga bisa mengakibatkan mual hingga muntah. Lambung yang kosong selama seharian tidak siap menerima beban porsi besar, sehingga proses pencernaan menjadi terganggu dan tubuh bereaksi tidak nyaman.

Dampak lain yang sering muncul adalah gangguan pada sistem pencernaan. Perut yang terlalu penuh setelah buka puasa dapat memicu rasa begah, kembung, dan bahkan memicu kondisi seperti GERD (gastroesophageal reflux disease), di mana asam lambung naik kembali ke kerongkongan sehingga menimbulkan sensasi terbakar di dada.

Untuk menghindari masalah kesehatan tersebut, disarankan agar berbuka puasa dengan porsi yang seimbang. Mulailah dengan yang manis seperti kurma atau jus buah asli untuk mengembalikan kadar gula darah, lalu lanjutkan dengan makanan bergizi seimbang yang mencakup buah-buahan, protein, sayuran, serta karbohidrat kompleks secara bijak tanpa berlebihan. (Azka)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....